Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Sejumlah wilayah di Provinsi Riau masih berpotensi diguyur hujan ringan pada Selasa (20/10/2026), mulai pagi hingga dini hari. Meski hujan diprakirakan turun secara lokal, kondisi udara masih berpotensi kabur akibat asap di sejumlah daerah.
Forecaster on Duty BMKG, Ranti Kurniati, menyampaikan bahwa berdasarkan pantauan citra radar cuaca pada pagi hari, hujan ringan terpantau terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, dan Bengkalis.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan diprakirakan berpotensi mengguyur Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kepulauan Meranti.
Pada malam hari, hujan ringan berpeluang terjadi di Kabupaten Siak, Pelalawan, dan Kampar. Sementara itu, pada dini hari, potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Rokan Hilir, dan Rokan Hulu.
"BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Riau pada Selasa ini. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau memantau perkembangan cuaca, terutama saat beraktivitas di luar ruangan," imbau Ranti.
Secara umum, suhu udara di Riau diprakirakan berkisar 23–33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55–100 persen. Angin bertiup dari arah barat laut hingga selatan dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Adapun tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar 0,5–1,25 meter atau masuk kategori rendah.
Sementara itu, pemantauan satelit hingga pukul 23.59 WIB mencatat satu titik panas (hotspot) di Provinsi Riau, yang terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hilir.
Secara keseluruhan, jumlah hotspot di Pulau Sumatera tercatat sebanyak 1.381 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan titik panas terbanyak, yakni 753 titik, disusul Kepulauan Bangka Belitung 357 titik, Lampung 183 titik, Jambi 82 titik, Bengkulu tiga titik, dan Sumatera Barat dua titik.
Meski jumlah hotspot di Riau tergolong rendah, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai kondisi asap yang masih tebal di sejumlah wilayah.
"Warga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan di luar rumah apabila asap semakin pekat guna mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan," imbaunya lagi.*