Tanamkan Kesadaran Sejak Dini, DJP Riau Ajak Pelajar Jadi Generasi Sadar Pajak

4 September 2026
Kanwil DJP Riau menggelar edukasi perpajakan di SMP Santa Maria Pekanbaru, Kamis (3/9/2026). Foto: Istimewa.

Kanwil DJP Riau menggelar edukasi perpajakan di SMP Santa Maria Pekanbaru, Kamis (3/9/2026). Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Kesadaran membayar pajak tidak hanya perlu dibangun ketika seseorang telah menjadi Wajib Pajak. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Riau mulai menanamkan pemahaman tersebut sejak bangku sekolah melalui program Pajak Bertutur.

Kegiatan edukasi perpajakan tersebut digelar di SMP Santa Maria Pekanbaru, Kamis (3/9/2026). Sekitar 50 siswa terpilih mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut.

Berbeda dengan sosialisasi perpajakan yang identik dengan penyampaian materi secara formal, Pajak Bertutur dikemas lebih dekat dengan karakter generasi muda. Para siswa diajak belajar melalui permainan edukatif, kuis perpajakan digital, hingga pembagian suvenir. Suasana pun berlangsung meriah. Para siswa tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi juga aktif mengikuti permainan dan menjawab berbagai pertanyaan seputar pajak.

Kepala Kanwil DJP Riau YFR Hermiyana mengatakan, pengenalan pajak sejak usia sekolah penting dilakukan untuk membentuk karakter generasi muda yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat. Generasi muda adalah calon wajib pajak masa depan yang akan menentukan arah kemandirian dan pembangunan bangsa ini. 

"Melalui program Pajak Bertutur ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai gotong royong dan kesadaran bahwa pajak adalah energi utama pembangunan nasional,” ujarnya.

Dalam sesi bertajuk “Sadar Pajak Sejak Dini”, para siswa diperkenalkan dengan berbagai manfaat pajak yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pajak memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari fasilitas publik, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia.

Kemudian, pemahaman tersebut diuji melalui sesi kuis dan tanya jawab interaktif. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya peserta yang aktif menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat.

Bahkan, sebagian besar peserta telah mampu memahami konsep dasar pajak sebagai bentuk gotong royong dalam kehidupan bernegara serta manfaatnya bagi masyarakat. Bagi para siswa, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda belajar di luar kelas. 

"Pajak Bertutur memberikan pengalaman baru dengan cara penyampaian materi yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
Sejumlah siswa mengaku kegiatan tersebut menarik karena mereka memperoleh wawasan baru mengenai pajak sekaligus memahami bahwa pajak memiliki kaitan erat dengan kehidupan sehari-hari," ungkap Hermiyana.

Pajak Bertuturmerupakan bagian dari program Inklusi Kesadaran Pajak yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pajak secara rutin setiap tahun dan dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia. Melalui program tersebut, Kanwil DJP Riau berharap kolaborasi dengan dunia pendidikan dapat terus diperkuat. 

"Edukasi perpajakan sejak dini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berintegritas, taat hukum, serta memiliki kesadaran untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Dengan mengenalkan pajak sejak bangku sekolah, kami ingin memastikan generasi penerus tidak hanya menjadi generasi juara dalam prestasi, tetapi juga generasi yang memahami tanggung jawabnya dalam membangun Indonesia menuju Indonesia Emas," pungkas Hermiyana.