Wali Kota Pekanbaru Pimpin Rapat Forkopimda, Bahas Harga Ayam hingga Kesiapsiagaan Karhutla

20 Agustus 2026
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memimpin rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Aula Baterai B, Yonarhanud 13/PBY, Jalan Imam Munandar, Rabu (19/8/2026). Rapat ini membahas sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian Pemko Pekanbaru.

"Kami membahas sejumlah persoalan yang berkaitan langsung dengan kondisi masyarakat seperti kenaikan harga daging ayam potong di pasaran, kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran lahan, hingga perkembangan pengelolaan aset di kawasan Sukaramai Trade Center (STC)," kata Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Kamis (20/8/2028).

Terkait kenaikan harga daging ayam potong, Pemko Pekanbaru melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah turun langsung ke lapangan. Tim tersebut menelusuri mata rantai distribusi untuk mengetahui penyebab kenaikan harga hingga di tingkat pedagang. Langkah tersebut dilakukan agar pemerintah memperoleh gambaran yang jelas mengenai faktor penyebab kenaikan harga sekaligus menentukan kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas harga pangan.

“Kemudian, kami juga membahas terkait kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran lahan,” ujar Agung.

Kesiapsiagaan menjadi hal penting dalam mengantisipasi kebakaran lahan, terutama di wilayah pinggiran Kota Pekanbaru. Penanganan harus dilakukan sedini mungkin dan tidak menunggu api membesar.

“Jangan sampai menunggu api besar, maka diperlukan deteksi dini,” tegas Agung.

Sebagai langkah antisipasi, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan sejumlah posko di wilayah yang dinilai rawan. Posko tersebut dilengkapi mobil pemadam kebakaran dan petugas yang disiagakan untuk melakukan penanganan apabila terjadi kebakaran.

Selain persoalan harga pangan dan kebakaran lahan, rapat Forkopimda juga membahas perkembangan pengelolaan aset di kawasan STC. Sebanyak 133 bangunan toko di kawasan tersebut kini telah menjadi aset Pemko Pekanbaru. 

Selanjutnya, pemko berupaya mencari solusi. Agar, aset tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para pedagang

“Pemko berupaya memberikan keringanan atau kemudahan bagi pedagang yang akan berjualan di sana,” jelasnya.

Rapat bersama Forkopimda tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Pekanbaru memperkuat koordinasi lintas sektor dalam merespons berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Melalui koordinasi tersebut, Pemko Pekanbaru berupaya memastikan persoalan terkait stabilitas harga pangan, kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga pengelolaan aset daerah dapat ditangani secara cepat dan tepat.