Pemko Pekanbaru Gagas Pembangunan Waduk di UIN Suska untuk Atasi Banjir Panam

27 Agustus 2026
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Istimewa.

Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru membuka peluang kolaborasi dengan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi setelah hujan di wilayah Panam. Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah pembangunan waduk di kawasan kampus UIN Suska Riau.

"Pekanbaru membutuhkan lebih banyak ruang untuk menampung dan menyalurkan air, terutama untuk mengantisipasi persoalan banjir setelah hujan deras. Karena, Pekanbaru butuh ruang untuk penampungan air, penyaluran air. Sehingga, banjir bisa teratasi," kata Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar usai menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa UIN Suska Riau, Kamis (27/8/2026).

UIN Suska Riau memiliki kawasan lahan yang cukup luas dan berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung upaya pengendalian banjir. Karena itu, Pemko Pekanbaru berencana menjajaki kerja sama pembangunan waduk di lingkungan kampus.

"Kampus ini salah satu yang memiliki lahan yang luas. Mungkin nanti kita bisa kerja sama membangun waduk di sini," ujar Markarius.

Selain berfungsi sebagai tempat penampungan air, waduk tersebut nanti dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan mahasiswa. Keberadaan waduk juga diharapkan mampu menampung limpasan air dari kawasan di luar kampus.

"Jadi waduknya bisa dimanfaatkan untuk mahasiswa. Waduk juga bisa juga menampung air dari luar kampus," tutur Markarius.

Tidak hanya dalam penanganan banjir, Pemko Pekanbaru juga membuka peluang kerja sama dengan UIN Suska Riau di berbagai bidang, termasuk sektor kesehatan. Salah satu peluang kerja sama berkaitan dengan Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru dan persiapan Fakultas Kedokteran UIN Suska Riau.

Sebelumnya, Pemko Pekanbaru juga telah menjalin kolaborasi dengan Universitas Riau (UNRI) dalam upaya mengatasi persoalan banjir. Melalui kerja sama tersebut, sebanyak sepuluh embung di kawasan kampus UNRI akan dioptimalkan menjadi embung dan kolam resapan.