Kabut Asap Picu 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan di Pekanbaru, ISPA Mendominasi

13 Oktober 2026
Kepala Dinkes Pekanbaru Hazli Fendriyanto. Foto: Surya/Riau1.

Kepala Dinkes Pekanbaru Hazli Fendriyanto. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Dampak kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian menjadi perhatian di Kota Pekanbaru. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat sebanyak 11.707 kasus gangguan kesehatan yang dialami masyarakat selama periode kabut asap hingga 10 Oktober 2026.

"Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi keluhan yang paling banyak ditemukan. Selain itu, warga juga mengalami gangguan kesehatan lain, seperti asma, iritasi kulit, dan iritasi mata akibat paparan asap," kata Kepala Dinkes Pekanbaru Hazli Fendriyanto, Selasa (13/10/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun dari 21 puskesmas dan 30 rumah sakit di Pekanbaru, sebanyak 9.816 kasus merupakan ISPA. Selanjutnya, tercatat 892 kasus asma, 498 kasus iritasi kulit, serta 328 kasus konjungtivitis atau iritasi mata.

Guna mengantisipasi dampak kesehatan yang lebih luas, Dinkes terus menggencarkan upaya pencegahan dan penanganan bagi warga terdampak kabut asap. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat promosi kesehatan melalui 21 puskesmas. 

Petugas kesehatan secara aktif mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker guna mengurangi paparan partikel polutan dari kabut asap.

"Kalau pun harus terpaksa beraktivitas di luar ruangan, terus pakai masker," ujar Hazli.

Selain itu, warga disarankan menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah saat kondisi udara di luar tercemar asap. Langkah ini bertujuan mengurangi masuknya polusi ke dalam rumah, terutama untuk melindungi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

Dinkes juga terus membagikan masker gratis kepada warga. Persediaan masker dipastikan masih mencukupi.

"Warga yang membutuhkan dapat memperolehnya di puskesmas terdekat tanpa dipungut biaya," ucap Hazli.