Berjualan Madu Hutan Riau, Cara Rika Mengisi Masa Pensiun Hilangkan Risau

24 Juni 2026
Rika Nur Hidayati menunjukkan madu hasil hutan Riau. Produk andalannya diberi nama Madu Zahra. Foto: Surya/Riau1.

Rika Nur Hidayati menunjukkan madu hasil hutan Riau. Produk andalannya diberi nama Madu Zahra. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Suasana hiruk pikuk terasa sejak dari kejauhan. Dari pengeras suara terdengar suara musik dan pemandu acara. 

Sementara, warga berbondong-bondong memadati area di depan panggung permanen. Jejeran pedagang kuliner tampak tersusun rapi di sekitar lokasi acara hingga ke belakang panggung. 

Seorang perempuan berjilbab panjang berwarna marun sedang menata dagangannya di salah satu tenda berwarna kuning di belakang panggung. Masker kain berwarna merah muda tampak menggantung di lehernya. Ia juga menyandang tas hitam di bahunya.

Tenda yang ditempatinya merupakan salah satu stan bazar pada kegiatan Jalan Santai dan Senam Sehat yang digelar oleh pihak Kecamatan Rumbai Timur di Bumi Perkemahan Tunas Kencana, Danau Bandar Kayangan, Kota Pekanbaru. Perempuan paruh baya ini menjual madu, kosmetik dan berbagai produk perawatan kulit kepada pengunjung di stan sederhana itu.

Jumlah dagangannya tidak sebanyak pedagang lain yang ikut meramaikan bazar. Perempuan ini bernama lengkap Rika Nur Hidayati (58). 

Madu Zahra menjadi nama usaha yang dirintis oleh Rika setelah memasuki masa pensiun. Perempuan berkaca mata ini membangun usaha tersebut sekitar awal 2019.

"Saya menjual madu, berbagai produk herbal, dan produk perawatan kulit. Selain itu, ada juga keripik. Namun, keripik ini bukan produk saya," jelasnya.

Produk herbal yang dijual meliputi susu kambing etawa, ekstrak daun kelor, suplemen minyak ikan salmon, kapsul minyak ikan gabus, serta madu. Seluruh produk tersebut berasal dari PT SR12 Herbal Kosmetik, kecuali madu. Rika hanya berperan sebagai agen penjualan.

"Kalau produk madu, memang milik saya sendiri. Ini madu akasia dari hutan Riau," ungkapnya.

Ternak lebah madu hingga panen dikelola oleh rekan bisnisnya di hutan. Ia membantu dalam proses pengemasan.

"Madu ini merupakan usaha saya yang utama. Namun, saya belum terlalu fokus menjualnya karena masih sibuk sebagai editor buku," ujar Rika.

Ia ternyata tergabung dalam komunitas menulis perempuan yang menghasilkan antologi. Antologi merupakan kumpulan berbagai penulis yang dihimpun dalam satu buku. Satu buku bisa ditulis hingga 15 orang. 

Hasil tulisan tersebut diedit oleh Rika. Sekitar 70 buku antologi yang telah diterbitkan melalui penerbit buku.

"Makanya, saya tidak terlalu fokus berjualan madu. Tapi kalau tidak jualan, saya juga bisa pusing," ucap perempuan berkacamata ini sembari tersenyum.

Madu dan produk SR 12 dipasarkan melalui media sosial seperti Facebook dan status WhatsApp. Tidak hanya berjualan secara daring, Rika juga mencari lokasi berjualan di berbagai bazar.

"Saya sudah pensiun sebagai karyawan di perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan. Berjualan seperti ini bisa mengisi hari-hari saya di masa pensiun, termasuk kegiatan sebagai editor buku antologi," tutur Rika.

Apalagi, anak-anaknya sudah tidak tinggal di rumah lagi. Empat orang anaknya telah punya kehidupan masing-masing.

"Anak saya sudah besar semua. Dua orang sudah bekerja dan dua orang lainnya masih kuliah," ucap Rika.

Ia pernah didatangi petugas Bank Rakyat Indonesia (BRI) saat mengikuti bazar di halaman Kantor Gubernur Riau. Saat itu, ia dibuatkan rekening BRI dan sekaligus kode QRIS untuk usahanya pada Mei 2024.

"Saya lupa nasabah BRI mana. Tetapi, buku rekening BRI itu ada di rumah. Karena, saya juga nasabah di bank lain," pungkasnya.

Kesempatan berbeda, Junior Manager Retail Transaction Department Region 2 Pekanbaru Pitra Suci saat dihubungi mengatakan, jumlah QRIS yang tersebar sebanyak 171.926. Jumlah ini berdasarkan data terakhir pada 30 April 2026.

Usaha Madu Zahra tetap bertahan di tengah ketatnya persaingan penjualan produk di Pekanbaru. Meski begitu, Rika tetap berjualan madu dan produk kecantikan.

Masa pensiun diisi Rika dengan berdagang dan bekerja sebagai editor buku. Supaya, Rika tetap bisa bersosialisasi dengan masyarakat dan tidak hanya berdiam diri di rumah sepanjang hari.