Usai Dilantik Wali Kota Pekanbaru, 131 Ketua RT-RW Rumbai Timur Langsung Didorong Kawal Program Rp100 Juta per RW
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat melantik ketua RT dan RW Kecamatan Rumbai Timur. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Para ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) yang baru dilantik di Kecamatan Rumbai Timur segera bekerja dan merangkul warga. Para pengurus lingkungan tersebut diharapkan dapat menjadi penghubung yang aktif antara pemko dan warga.
Hal itu disampaikan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho usai pelantikan ketua RT dan RW di Kawasan Wisata Danau Kayangan, Kecamatan Rumbai Timur, Sabtu (8/8/2026).
"Setelah dilantik, para ketua RT dan RW tidak perlu menunggu lama untuk mulai menjalankan tugas. Saya sudah meminta mereka segera berkoordinasi dengan warga sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan di lingkungan masing-masing," katanya.
Menurutnya, Pemko Pekanbaru dalam waktu dekat juga akan melakukan kunjungan ke sejumlah lingkungan RT dan RW. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan berbagai program pemko dapat dilaksanakan secara tepat sasaran..
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah program pembangunan senilai Rp100 juta untuk setiap RW. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat.
"Sudah mulai ada program Rp100 juta per RW. Jadi, mereka semua sudah mulai berkoordinasi dengan pemko agar nanti lebih tepat sasarannya," ucap Agung.
Program tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan infrastruktur, seperti perbaikan jalan, drainase, dan pembangunan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan kegiatan retreat bagi ketua RT dan RW. Kegiatan tersebut nantinya diisi dengan dialog dan pembahasan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat lingkungan.
"Ketika kami turun, sudah ada perangkat yang bisa ditemui di lapangan," jelas Agung.
Sementara itu, Camat Rumbai Timur Syamsudin mengatakan, terdapat 131 ketua RT dan RW yang dilantik dalam kegiatan hari ini. Selain itu, masih terdapat sekitar 54 ketua RT dan RW yang masa jabatannya masih aktif.
"Masa jabatan ketua RT dan RW yang masih aktif bervariasi. Sebagian masih memiliki masa jabatan sekitar satu hingga dua tahun. Sedangkan yang paling lama masih tersisa sekitar tiga tahun," ungkapnya.
Terkait polemik pemilihan ketua RT dan RW di Kelurahan Tebing Tinggi Okura yang sempat menjadi perhatian, Syamsudin menegaskan bahwa proses tersebut telah dilaksanakan berdasarkan keputusan panitia. Berdasarkan keputusan panitia yang diberikan kepada kelurahan dan kecamatan, pemilihan sudah dilaksanakan sesuai musyawarah dan mufakat.
"Panitia pemilihan tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Dalam proses pemilihan RT dan RW, terdapat mekanisme musyawarah mufakat. Calon yang akhirnya ditetapkan juga memperoleh dukungan yang kuat dari warga.
"Panitia bersikukuh melaksanakan sesuai aturan. Warga juga menginginkannya," tegas Syamsudin.
Diharapkan, para ketua RT dan RW yang telah dilantik dapat menjalankan amanah dengan memberikan pelayanan terbaik kepada warga. Ketua RT dan RW juga diminta terus membangun sinergi dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan.
"Pada intinya, mereka bertugas melayani warga. Para ketua RT dan RW merupakan perpanjangan tangan kami kepada warga. Tentunya, kami harus selalu bersinergi," ujar Syamsudin.
Selain ketua RT dan RW, pengukuhan pengurus Dasawisma juga menjadi bagian dari penguatan kelembagaan masyarakat di Kecamatan Rumbai Timur. Keberadaan Dasawisma diharapkan tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah masyarakat.
"Tujuan kami menghidupkan UMKM. Dasawisma inilah yang ke depan bisa berbuat lebih banyak," tutur Syamsudin.
Ia mencontohkan program Aku Hatinya PKK yang mendapat antusiasme dari warga. Bahkan, Pemerintah Kecamatan Rumbai Timur bersama Tim Penggerak PKK telah membuat percontohan program tersebut di halaman kantor camat. Percontohan itu diharapkan dapat menginspirasi kelompok Dasawisma lainnya untuk mengembangkan kegiatan serupa di lingkungan masing-masing.
"Kami sudah membuat contoh di depan kantor kecamatan. Dari situ, mereka ikut belajar dan ternyata mempunyai keinginan kuat untuk membuat yang sama. Harapan kami, mereka bisa berbuat lebih baik lagi," pungkasnya.