1.507 Calon Jemaah Haji Pekanbaru Jalani Pemeriksaan Kesehatan Awal

9 September 2026
Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dedy Sambudi. Foto: Surya/Riau1.

Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dedy Sambudi. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Sebanyak 1.507 calon jemaah haji asal Kota Pekanbaru yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci mulai menjalani pemeriksaan kesehatan awal di puskesmas. Pemeriksaan tersebut telah berlangsung sejak 20 Agustus 2026. 

Para calon jemaah haji yang akan berangkar tahun depan ini dapat mendatangi puskesmas terdekat di wilayah tempat tinggal masing-masing untuk menjalani pemeriksaan awal. Sebanyak 21 puskesmas di Kota Pekanbaru disiapkan sebagai lokasi pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru Dedy Sambudi, Rabu (9/9/2026), mengatakan, pemeriksaan awal dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan para calon jemaah sebelum memasuki tahapan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan dasar guna mengetahui kondisi kesehatan para calon haji.

"Wali Kota Agung Nugroho telah menugaskan Tim Kesehatan Haji Kota Pekanbaru untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh calon jemaah," ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan sejak dini juga menjadi langkah penting untuk mempersiapkan kondisi fisik para calon jemaah. Agar, para calon haji ini dapat memenuhi persyaratan kesehatan atau istitaah haji dan mengurangi risiko adanya jemaah yang terkendala kesehatan menjelang keberangkatan pada tahun depan.

"Setelah menjalani pemeriksaan awal di puskesmas, calon jemaah akan melanjutkan pemeriksaan melalui Medical Check Up (MCU)," ucal Dedy.

Terdapat 16 rumah sakit telah ditunjuk untuk melaksanakan pemeriksaan lanjutan tersebut. Penunjukan rumah sakit dilakukan setelah melalui proses visitasi oleh Tim Kesehatan Haji Kota Pekanbaru.

"Namun, pemeriksaan MCU tersebut belum bertujuan untuk menerbitkan surat istitaah atau keterangan kemampuan calon jemaah dalam mengikuti perjalanan ibadah haji. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lebih mendalam serta mendeteksi kemungkinan adanya penyakit yang memerlukan penanganan lebih lanjut," jelas Dedy.