Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Ada anggapan makan tiga buah kurma setiap pagi dapat membantu memperbaiki pencernaan sekaligus mendukung kesehatan metabolisme. Benarkah klaim tersebut?
Pakar gizi Avery Zenker mengatakan kurma mengandung serat dan sejumlah nutrisi yang dapat mendukung pencernaan, menyediakan energi, serta membantu mengatur gula darah. Namun, tidak ada bukti ilmiah bahwa sarapan adalah waktu terbaik menyantap kurma.
"Tidak ada bukti khusus bahwa tiga kurma pada pagi hari merupakan hal terbaik. Untuk porsi, tiga butir kurma bisa menjadi porsi yang wajar, tetapi bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsi lebih banyak atau lebih sedikit dari itu," kata Zenker dilansir Republika dari laman Very Well Health, Sabtu (5/9/2026).
Jika seseorang menyukai kurma dan ingin mengonsumsinya pada pagi hari, tidak ada yang melarang. Begitupun jika menyantap kurma pada siang atau sore hari, manfaat yang didapat tubuh akan tetap sama.
"Makan kurma di pagi hari dapat bermanfaat sebagai penambah energi, terutama sebelum aktivitas fisik. Kurma juga bisa menjadi pilihan yang baik dì siang atau malam hari, khususnya jika dikonsumsi sebagai pengganti karbohidrat olahan," kata Zenker.
Salah satu kandungan utama kurma yang berpotensi mendukung kesehatan pencernaan adalah serat. Kurma mengandung serat larut dan serat tidak larut. Tiga buah kurma Medjool menyediakan sekitar 5 gram serat total.
Pakar gizi dari Russell Sage College, Theresa DeLorenzo, menjelaskan serat tidak larut membantu mendorong buang air besar yang sehat. Sementara itu, serat larut dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.
"Serat juga dapat menambah volume tinja dan membantu menjaga agar makanan serta sisa pencernaan tetap bergerak melalui saluran pencernaan," kata dia.
Ada penelitian kecil yang menemukan manfaat terhadap frekuensi buang air besar. Dalam penelitian tersebut, orang yang mengonsumsi tujuh buah kurma setiap hari selama tiga minggu mengalami buang air besar yang lebih sering. Meski demikian, penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa tiga buah kurma merupakan jumlah khusus yang paling efektif untuk pencernaan.
Selain serat, kurma mengandung karbohidrat dan gula alami. Tiga buah kurma Medjool mengandung sekitar 200 kalori, yang sebagian besar berasal dari karbohidrat dan gula alami yang dapat dengan cepat digunakan tubuh sebagai energi.
Karena itu, DeLorenzo mengatakan kurma dapat menjadi camilan yang praktis sebelum berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya. Kurma juga mengandung sejumlah mineral, termasuk kalium dan magnesium, yang berperan dalam metabolisme tubuh.
Bagaimana pengaruhnya terhadap gula darah? Kurma memang memiliki rasa yang manis dan mengandung gula alami. Namun, kandungan serat di dalamnya dapat memperlambat proses penyerapan gula ke dalam aliran darah.
Menurut DeLorenzo, kondisi tersebut dapat membuat kenaikan gula darah setelah makan berlangsung lebih bertahap, bukan mengalami lonjakan yang tajam. Penelitian pada orang dengan diabetes tipe 2 juga menemukan bahwa konsumsi kurma dalam jumlah sedang tampaknya tidak memperburuk gula darah puasa maupun HbA1c.
Akan tetapi, kurma tetap merupakan makanan yang mengandung karbohidrat dan gula alami. Karena itu, jumlah konsumsinya tetap perlu diperhatikan sebagai bagian dari pola makan secara keseluruhan.
Untuk menjadikan kurma sebagai camilan yang lebih seimbang, DeLorenzo menyarankan mengombinasikannya dengan makanan yang mengandung protein atau lemak. Beberapa pilihan yang dapat dipadukan dengan kurma antara lain kacang-kacangan, selai kacang, yogurt, atau keju, Selain membuat camilan lebih seimbang, kombinasi tersebut juga memberikan sumber nutrisi lain di luar karbohidrat dan gula alami yang terapat dalam kurma.
Kurma juga dapat dimanfaatkan sebagai pengganti gula tambahan. Karena rasanya sudah manis secara alami, buah ini dapat digunakan untuk memberikan rasa manis pada makanan tanpa harus selalu menambahkan gula.*
