Jumlah Penduduk Laki-laki di Sumbar Lebih Banyak dari Perempuan

11 Mei 2026
Ilustrasi/Suararantau.com

Ilustrasi/Suararantau.com

RIAU1.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) baru saja merilis hasil Survei Penduduk Antar-Sensus 2025 (SUPAS 2025), yaitu survei kependudukan yang dilakukan di antara dua sensus untuk memutakhirkan indikator demografi pada tahun 2025.

Berdasarkan SUPAS 2025, jumlah penduduk Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencapai 5.920.700 jiwa. Selama periode 2010–2025, jumlah penduduk mengalami peningkatan dari 4.846.910 jiwa hasil Sensus Penduduk atau SP2010 menjadi 5.920.700 jiwa hasil SUPAS 2025. Sementara itu, laju pertumbuhan penduduk Provinsi Sumatera Barat adalah sebesar 1,41 persen per tahun dalam 5 tahun terakhir.

Adapun Angka Kelahiran Total atau Total Fertility Rate/TFR) sebesar 2,39, mengalami penurunan dibandingkan TFR LF SP2020. Kemudian, Angka Kematian Bayi atau Infant Mortality Rate/IMR terus menurun mencapai 14,58.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil SUPAS 2025, jumlah penduduk laki-laki di Sumbar sebanyak 2.982.930 jiwa atau 50,38 persen dari seluruh penduduk, sedangkan jumlah penduduk perempuan sebanyak 2.937.770 ribu jiwa atau 49,62 persen dari seluruh penduduk.

"Berdasarkan komposisi jenis kelamin tersebut, rasio jenis kelamin di Provinsi Sumatera Barat tercatat sebesar 102, yang berarti terdapat sekitar 102 laki-laki untuk setiap 100 perempuan di Provinsi Sumatera Barat," demikian hasil SUPAS 2025 yang dimuat Padangkita.com.

Hasil SUPAS 2025 lainnya yang tak kalah penting adalah meningkatnya persentase penduduk lanjut usia (lansia) di Sumbar, dari 10,46 persen pada 2020, menjadi 12,01 pada 2025.

Dijelaskan, mengacu pada standar internasional, suatu negara dikategorikan memasuki fase ageing population apabila proposi penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai sedikitnya 10 persen. Nah, hasil SUPAS 2025 mempertegas adanya penuaan penduduk Sumbar.

Mengutip hasil SUPAS 2025, Dinamika penuaan penduduk menunjukkan variasi yang cukup besar antarwilayah kabupaten/kota di Sumbar. Berdasarkan SUPAS 2025, Kabupaten Tanah Datar memiliki persentase penduduk lansia tertinggi, yaitu 15,93 persen, diikuti oleh Kabupaten Agam (14,61 persen), dan Kota Sawahlunto (13,09 persen).

Sebaliknya, persentase penduduk lansia terendah terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai (7,99 persen), Kabupaten Pasaman Barat (8,69 persen), dan Kabupaten Dharmasraya (9,32 persen).

SUPAS 2025 juga memberikan gambaran mengenai sumber utama perolehan uang/barang penduduk lansia. Sebagian besar lansia di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperoleh uang atau barang dari keluarga (suami/istri, anak/menantu, saudara/famili lain) dengan proporsi sebesar 49,66 persen.

Sementara itu, sumber penghidupan dari pendapatan/pekerjaan menjadi sumber utama berikutnya dengan proporsi sebesar 35,39 persen. Selain itu, lansia mengandalkan uang pensiun (10,68 persen), jaminan sosial atau bantuan sosial (2,36 persen), dan lainnya (1,00 persen). Sementara itu, kontribusi dari tabungan dan investasi tercatat paling rendah yakni 0,92 persen.*