Ustadz Asal Kampar Riau Pengisi Tausiyah Rutin di Masjid Nabawi

7 Mei 2026
Ustadz Ariful Bahri, dosen Universitas Islam Madinah asal Air Tiris, Kampar, Riau

Ustadz Ariful Bahri, dosen Universitas Islam Madinah asal Air Tiris, Kampar, Riau

RIAU1.COM - Ada suasana yang berbeda pada jeda shalat Maghrib dan sholat Isya di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Di salah satu pilar area Pintu 19 masjid terbesar di Madinah tersebut selalu ramai oleh jamaah Indonesia.

Mereka berbondong-bondong mendengarkan pengajian yang disampaikan dengan bahasa Indonesia oleh Ustadz Ariful Bahri, dosen Universitas Islam Madinah asal Air Tiris, Kampar, Riau.

Pengajian ini menjadi salah satu yang paling diminati jamaah haji Indonesia di Masjid Nabawi. Meski terdapat beberapa halaqah lain, jemaah Tanah Air lebih memilih mendengar ceramah dari sesama anak bangsa.

Dalam ceramahnya Selasa (5/5/2026), Ustadz Ariful Bahri yang telah mengisi pengajian di lokasi tersebut sejak 2019 menyampaikan pesan yang menggugah tentang menjadi haji mabrur.

“Haji mabrur itu berat, tidak ringan. Bukan diukur di sini (Tanah Suci), karena di sini semua orang mudah berbuat baik. Yang menjadi ukuran adalah ketika kita pulang ke kampung halaman," katanya, 

Lebih lanjut ia menjelaskan ciri-ciri haji mabrur yakni masih sanggup sholat berjamaah terutama sholat subuh, masih rajin membaca Alquran, masih gemar berdzikir dan menangis karena Allah, dan tetap menjaga diri dari hal-hal yang dilarang, usai pulang dari haji.

“Haji mabrur itu mendatangkan kebaikan dalam kehidupan. Mengubah yang buruk menjadi baik, dan yang baik menjadi lebih baik. Bukan sekadar dapat sertifikat haji, lalu kembali seperti biasa," katanya.

Ustadz Ariful juga mengutip hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa balasan haji mabrur adalah surga, dan ciri orang yang haji mabrur adalah pulang dalam keadaan suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Kisah dan pengajian Ustadz Ariful Bahri menjadi pengingat penting bagi ribuan jamaah Indonesia yang sedang berada di Tanah Suci bahwa haji yang sesungguhnya diuji setelah kembali ke tanah air.

Salah satu jamaah asal Pasarkemis, Tangerang, Murtadho, mengaku rutin mengikuti pengajian Ustadz Ariful sejak tiba di Madinah tiga hari lalu. "Alhamdulillah, sudah tiga hari ini saya ikut kajian beliau,” ujarnya. 

Sementara itu jamaah asal Yogyakarta, Wibowo, mendapatkan pemahaman yang sangat komprehensif dari ceramah Ustadz Ariful. Menurut dia, apa yang disampaikan sang ustaz semua berasal dari Alquran dan Sunah dan dipahami secara luas serta berlandaskan dalil-dalil yang sahih.

"Sangat bagus dan jelas. Banyak hal yang tidak terpikir bisa dijelaskan dengan sangat baik," katanya.*