Operasi Penanganan Karhutla
RIAU1.COM - Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui Kodim 0313/Kampar bersama tim gabungan terus memaksimalkan upaya pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (5/9/2026).
Meski kobaran api utama telah berhasil dikuasai, operasi penanganan karhutla belum dihentikan. Asap tipis masih terlihat di sejumlah titik, terutama dari tunggul kayu dan lapisan gambut yang masih menyimpan panas.
Komandan Kodim (Dandim) 0313/Kampar, Letkol Czi Satriady Prabowo, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian petugas karena titik api di lahan gambut berpotensi kembali terbakar saat cuaca panas dan angin menguat.
“Api utama sudah kita kuasai, namun masih ada asap tipis di beberapa titik. Karena itu, pendinginan terus kita lakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang kembali memicu kebakaran,” kata Dandim.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, sekitar 966,4 hektare lahan terdampak telah berhasil dipadamkan. Tim gabungan kini fokus menyisir area untuk menemukan titik panas sekaligus melakukan pembasahan secara intensif.
Selain pemadaman dan pendinginan, petugas juga melakukan penyekatan menggunakan alat berat untuk memperkuat pengendalian serta mencegah potensi api merambat ke kawasan lain.
Operasi tersebut didukung 18 mesin Ministrike, satu Maxtri, dua mesin Sibahura, 24 selang isap, 193 gulung selang buang, 35 nozel, dua drone dan 12 unit excavator. Penggunaan drone membantu petugas memantau area yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Lanjut Dandim, kondisi lahan gambut yang kering, akses terbatas, cuaca panas dan angin kencang menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla. Bahkan, titik asap dapat kembali muncul, terutama ketika suhu meningkat menjelang siang.
“Karena itu, kita tidak hanya mengejar api, tetapi memastikan seluruh area benar-benar dingin. Pendinginan harus maksimal agar bara yang masih berada di dalam gambut tidak kembali menyala,” paparnya.
Kodim 0313/Kampar saat ini terus memperkuat koordinasi dengan Polri, BPBD, Basarnas, pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA) serta perusahaan di sekitar lokasi.
Pendinginan dan pemantauan akan terus dilakukan sampai seluruh area terdampak dinyatakan aman dan tidak lagi menunjukkan adanya titik panas maupun potensi api kembali muncul.*
