Pemko Pekanbaru Lanjutkan Penjaringan Anak Putus Sekolah, Pendidikan Gratis Jadi Prioritas

13 Februari 2026
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru kembali melanjutkan program penjaringan anak putus sekolah pada tahun ini. Melalui program tersebut, anak-anak yang sempat terhenti pendidikannya akan difasilitasi untuk kembali bersekolah secara gratis oleh Pemko Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Jumat (13/2/2026), menegaskan komitmennya agar tidak ada lagi anak usia sekolah yang terputus dari dunia pendidikan. Karena itu, penjaringan anak putus sekolah akan dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun.

“Tidak boleh ada anak putus sekolah,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan program ini, Pemko Pekanbaru melibatkan kader pos pelayanan terpadu (Posyandu) yang tersebar di setiap kelurahan. Selain itu, masyarakat juga dapat melaporkan keberadaan anak putus sekolah melalui kantor kecamatan setempat maupun langsung kepada kader posyandu.

"Langkah ini bertujuan memastikan seluruh anak memperoleh hak atas pendidikan yang layak dan semestinya. Sejumlah kasus putus sekolah terjadi akibat kendala administrasi, seperti ijazah yang ditahan oleh pihak sekolah sebelumnya, sehingga anak tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya," ungkap Agung.

Pada tahun lalu, Pemko Pekanbaru berhasil mengembalikan sekitar 1.778 anak putus sekolah ke bangku pendidikan. Anak-anak tersebut difasilitasi untuk kembali menempuh pendidikan sesuai jenjangnya, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Selain pendidikan formal, Pemko Pekanbaru juga membuka akses pendidikan nonformal melalui program Paket A, Paket B, dan Paket C bagi anak-anak yang membutuhkan jalur alternatif. Program ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.