Kasus HIV/AIDS Menyasar Usia Muda, Pemko Pekanbaru Turun Langsung ke Sekolah

7 Agustus 2026
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar yang juga Ketua KPA Pekanbaru saat sosialisasi soal HIV/AIDS di SMP Negeri 15, Jumat (7/8/2028). Foto: Istimewa.

Wawako Pekanbaru Markarius Anwar yang juga Ketua KPA Pekanbaru saat sosialisasi soal HIV/AIDS di SMP Negeri 15, Jumat (7/8/2028). Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru terus memperkuat upaya pencegahan HIV/AIDS melalui program KPA Goes to School. Program ini menyasar para pelajar sebagai langkah edukasi dini menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap tren usia penderita HIV/AIDS yang kini semakin muda.

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan mengenai bahaya HIV/AIDS serta cara pencegahannya. Saat ini, kondisi HIV/AIDS memerlukan perhatian serius. 

Jika sebelumnya mayoritas penderita berasal dari kelompok usia dewasa, kini kasus mulai ditemukan pada kalangan remaja. Karena itu, edukasi kepada peserta didik menjadi langkah penting untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

"Melalui program KPA Goes to School, kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang bahaya HIV/AIDS, bagaimana penularannya, serta bagaimana cara melindungi diri agar tidak terjerumus ke dalam perilaku berisiko," ujar Markarius.

Sebelumnya, Pemko Pekanbaru telah berkolaborasi dengan Dinkes Provinsi Riau untuk menggelar penyuluhan di tingkat SMA. Kini, kegiatan tersebut difokuskan kepada seluruh SMP di Kota Pekanbaru sebagai bagian dari penyelesaian program edukasi di tingkat daerah.

Kegiatan penyuluhan akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan dengan sistem bergiliran hingga seluruh sekolah mendapatkan kesempatan mengikuti sosialisasi.
Selain memberikan edukasi mengenai HIV/AIDS, para pelajar juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga diri, menjauhi pergaulan bebas, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai benteng moral.

"Dalam setiap kegiatan, kami juga menghadirkan ustaz untuk memberikan pembinaan mental dan spiritual. Sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari sisi kesehatan, tetapi juga penguatan karakter dan nilai agama," jelas Markarius.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dedy Sambudi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Agung Nugroho. Agar, upaya pencegahan HIV/AIDS semakin digencarkan, terutama di kalangan generasi muda. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara Dinkes Pekanbaru, Dinkes Riau, dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru sebagai bentuk edukasi kesehatan yang berkelanjutan.

"Kami sengaja turun langsung ke sekolah-sekolah agar siswa memperoleh pemahaman yang benar mengenai pencegahan HIV/AIDS dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing," ujarnya.

Salah satu kegiatan penyuluhan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 15 Pekanbaru, Rumbai Timur, dengan melibatkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru. Melalui program ini, Pemko Pekanbaru berharap kesadaran pelajar terhadap bahaya HIV/AIDS semakin meningkat sehingga mampu menekan angka penyebaran penyakit tersebut di masa mendatang.