Ekonomi Pekanbaru Tumbuh Positif pada Triwulan Pertama Tahun Ini, Investasi Jadi Penggerak Utama
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Perekonomian Kota Pekanbaru menunjukkan kinerja yang menggembirakan pada triwulan pertama pada tahun ini. Sejumlah indikator utama ekonomi mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menandakan semakin kuatnya aktivitas ekonomi di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru pada awal Juni ini, pertumbuhan ekonomi daerah ditopang oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, serta investasi yang terus menunjukkan tren positif. Data BPS mencatat Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 5,03 persen secara tahunan (year on year/YoY). Sementara itu, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) meningkat 4,13 persen.
Pertumbuhan paling tinggi terjadi pada Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang melonjak hingga 20,69 persen. Di sisi lain, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi juga tumbuh sebesar 8,55 persen.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pergerakan ekonomi Kota Pekanbaru. Peningkatan belanja pemerintah dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat sektor usaha dan jasa, serta meningkatkan perputaran uang di berbagai sektor.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Kamis (11/6/2026), menyambut baik capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang mendekati 8 persen pada triwulan pertama merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Data yang dirilis BPS menunjukkan bahwa arah kebijakan yang kami jalankan mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi yang terus membaik ini bukan hasil kerja satu pihak saja, melainkan hasil kerja keras seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat,” katanya.
Sejak awal masa kepemimpinannya, Pemko Pekanbaru berupaya mengelola belanja daerah secara lebih efektif dan tepat sasaran agar mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian. Setiap anggaran yang dibelanjakan pemerintah harus mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
“Kami berupaya memastikan setiap rupiah belanja pemerintah dapat berputar di tengah masyarakat. Program pembangunan, belanja barang dan jasa, serta berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku usaha lokal terus kami dorong agar memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Agung.
Tingginya pertumbuhan konsumsi pemerintah yang mencapai lebih dari 20 persen juga menunjukkan bahwa percepatan realisasi anggaran mampu menjadi stimulus ekonomi yang efektif. Anggaran pemerintah yang direalisasikan mampu menggerakkan ekonomi rakyat.
"Ketika proyek berjalan, UMKM bergerak, tenaga kerja terserap, dan daya beli masyarakat meningkat. Itu yang menjadi fokus kami,” jelas Agung.
Selain ditopang belanja pemerintah, pertumbuhan ekonomi Pekanbaru juga diperkuat oleh meningkatnya investasi. Hal itu tercermin dari pertumbuhan PMTB sebesar 8,55 persen yang menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi.
“Ini menjadi sinyal positif bagi kita semua. Investor mulai melihat Pekanbaru sebagai daerah yang memiliki prospek dan potensi ekonomi yang menjanjikan. Tugas pemerintah adalah menjaga stabilitas, memberikan kemudahan pelayanan, dan menciptakan kepastian bagi dunia usaha,” ungkap Agung.
Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemko Pekanbaru berkomitmen terus mendorong peningkatan pelayanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta optimalisasi pendapatan daerah. Capaian pertumbuhan ekonomi saat ini bukanlah tujuan akhir. Melainkan, capaian itu menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin cepat berpuas diri. Data ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi. Target kami adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan, terbukanya lapangan kerja, dan peluang usaha yang semakin luas,” tutup Agung.