DLHK Pekanbaru Dorong LPS Berinovasi, Pengelolaan Sampah Organik Dinilai Berpotensi Tambah Pendapatan

2 Juli 2026
Kepala DLHK Pekanbaru Reza Aulia Putra. Foto: Surya/Riau1.

Kepala DLHK Pekanbaru Reza Aulia Putra. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru mendorong setiap Lembaga Pengelola Sampah (LPS) menghadirkan berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Kepala DLHK Pekanbaru Reza Aulia Putra, Kamis (2/7/2026), mengatakan, salah satu inovasi yang dapat diterapkan ialah pemilahan dan pengelolaan sampah organik. Sampah organik yang dikumpulkan dapat diolah atau dijual sehingga menghasilkan nilai tambah.

"LPS bisa mulai memilah sampah organik dan menampung seluruh sampah organik yang nantinya dapat dijual sehingga menghasilkan pendapatan. Terobosan seperti inilah yang kami harapkan dari setiap LPS. Karena pada dasarnya, LPS merupakan lembaga yang bertugas mengelola sampah," ujarnya.

Apabila LPS mampu menjalankan tugasnya secara profesional dan efektif, pemko akan mempertimbangkan untuk menyerahkan pengelolaan sampah di ruas jalan protokol yang berada di wilayah kelurahan masing-masing kepada LPS tersebut. Jika kinerja LPS sudah efektif, terutama dalam pengangkutan sampah, tidak tertutup kemungkinan pengelolaan sampah di ruas jalan protokol yang berada di wilayah mereka akan diserahkan kepada LPS.

"Kebijakan tersebut tidak hanya meningkatkan peran LPS dalam pengelolaan sampah, tetapi juga berpotensi mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selama ini, kami masih mengalokasikan anggaran untuk menyewa armada pengangkut sampah di sejumlah ruas jalan protokol," ucap Reza.

Dengan demikian, beban APBD untuk penyewaan armada pengangkut sampah dapat berkurang. Anggaran yang dihemat bisa dialihkan untuk sektor lain yang lebih prioritas, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, maupun program pembangunan lainnya.