Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Kematian seorang perempuan berinisial DS, 45, di kawasan Alun-Alun Engku Putri, Batam Centre, masih menyisakan tanda tanya. Korban ditemukan tergeletak di dekat Gerbang Selatan alun-alun, Kamis (5/11) malam, dalam kondisi tidak sadarkan diri. Saat itu, sepeda motor Honda Beat hitam miliknya berada tidak jauh dari tubuh korban.
Korban pertama kali ditemukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang sedang berpatroli sekitar pukul 22.47 WIB. Lokasi penemuan berada di Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, tidak jauh dari pos penjagaan Satpol PP.
Kapolsek Batam Kota, AKP Benny Syahrizal, mengatakan, berdasarkan informasi awal, korban diduga sempat mengendarai sepeda motor sebelum berhenti di sekitar pagar alun-alun. Petugas Satpol PP kemudian menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri.
“Satpol PP menghubungi Polsek Batam Kota melalui layanan 110. Saat anggota kami tiba di tempat kejadian perkara (TKP), kondisinya sudah tidak sadarkan diri,” kata Benny, Jumat (6/11) yang dimuat Batampos.
Polisi sempat berupaya memberikan pertolongan. Petugas juga berkoordinasi dengan tim identifikasi (Inafis) dan tenaga medis serta menghubungi Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau.
Namun, nyawa perempuan tersebut tidak tertolong. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk penanganan lebih lanjut.
Benny mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sejumlah barang milik korban juga masih berada di tempat kejadian.
“Barang-barangnya lengkap. Sepeda motor, kunci motor, dan telepon genggamnya masih ada di lokasi. Dari temuan awal, tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.
Polisi memperoleh informasi bahwa DS merupakan warga Lubuk Baja Kota. Sehari-hari, korban bekerja di sebuah kedai kopi di kawasan Ruko Grand Niaga Mas, Batam Centre, tidak jauh dari Simpang Taliban.
Korban diduga baru pulang bekerja sebelum ditemukan di sekitar alun-alun. Meski demikian, polisi belum memastikan aktivitas terakhir korban sebelum kejadian.
Hingga Jumat siang, polisi belum menerima kedatangan keluarga korban. Komunikasi sementara masih dilakukan melalui rekan kerja dan pihak yang mengenal korban di tempatnya bekerja.
“Kami masih berupaya mencari dan menghubungi pihak keluarga. Sejauh ini yang berkomunikasi dengan kami masih teman-teman dan bos tempat korban bekerja,” kata Benny.
Polisi masih menelusuri informasi terkait kejadian tersebut untuk memastikan penyebab kematian DS.*