Evakuasi calon jemaah haji yang ditemukan meninggal dunia
RIAU1.COM - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial N (48), warga Kecamatan Karimun, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya, Selasa (21/4). Korban diketahui merupakan salah satu jemaah calon haji (JCH) asal Karimun tahun 2026.
Kapolsek Tanjungbalai Karimun, AKP Andri Yusri, mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban berinisial Mk.
“Sekitar pukul 02.00 WIB saksi sempat berkomunikasi dengan korban. Namun pada pagi hari, korban ditemukan sudah meninggal dunia di dalam kamar,” ujarnya yang dimuat Batampos.
Menurutnya, pada pukul 06.30 WIB, saksi bersama anggota keluarga lainnya mencoba memanggil korban dari luar kamar, namun tidak mendapat respons. Kecurigaan muncul hingga akhirnya saksi melihat kondisi korban melalui jendela.
“Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di belakang pintu kamar. Keluarga kemudian mendobrak pintu dan memastikan korban sudah meninggal dunia,” jelasnya.
Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas bersama tim Inafis Polres Karimun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau hal mencurigakan di lokasi,” tambahnya.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Muhammad Sani untuk dilakukan visum oleh dokter forensik. Pihak keluarga menolak autopsi dan jenazah telah diserahkan untuk dimakamkan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, Muliadi, membenarkan bahwa korban merupakan salah satu JCH yang masuk dalam daftar keberangkatan tahun ini.
“Kami sudah melayat ke rumah duka. Terkait penyebab kematian, kita menunggu hasil dari pihak berwenang,” ujarnya.
Ia menyampaikan, dengan meninggalnya korban, jumlah JCH asal Karimun yang akan berangkat tahun ini berkurang satu orang.
“Kuota akan digantikan oleh jemaah cadangan sesuai nomor urut berikutnya,” jelasnya.*
Catatan redaksi:
Artikel ini memuat informasi tentang tindakan bunuh diri. Jika Anda sedang mengalami tekanan mental, stres berat, atau merasa putus asa, segera konsultasikan ke layanan kesehatan jiwa atau profesional terdekat.