Operasional Rugi, Koperasi Merah Putih di Bintan Kepri Tutup

21 April 2026
Bangunan baru Koperasi Merah Putih Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur/Tribunbatam

Bangunan baru Koperasi Merah Putih Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur/Tribunbatam

RIAU1.COMKoperasi Merah Putih Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau menghentikan sementara operasionalnya setelah berjalan sekitar tiga bulan. Penutupan ini terjadi akibat kondisi usaha yang belum mampu menutup biaya operasional.

Pantauan di lokasi, Senin (20/4), gerai sembako milik koperasi tampak tidak beroperasi. Di bagian teras terlihat tumpukan palet serta paranet yang tergantung di bangunan.

Ketua Koperasi Merah Putih Kijang Kota, Taufik Hidayat, mengatakan koperasi tersebut sebenarnya telah diluncurkan pada 5 Oktober 2025 tanpa dukungan dana bantuan.

Di awal operasional, koperasi bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kepulauan Riau untuk memenuhi pasokan sembako.

“Kita memiliki komunikasi baik dengan BUMD, jadi kebutuhan sembako diambil dari BUMD Kepri,” ujarnya yang dimuat Batampos.

Namun, dalam perjalanannya, usaha tersebut tidak berjalan sesuai perhitungan bisnis. Saat tutup buku pada Desember 2025, koperasi mencatat kerugian.

“Namanya bisnis, ada operasional yang harus ditutupi dari keuntungan. Setelah tutup buku, ternyata minus, jadi kita putuskan tutup sementara,” jelasnya.

Ia menambahkan, margin keuntungan yang tipis menjadi kendala utama. Bahkan, biaya tenaga kerja belum dimasukkan dalam perhitungan operasional.

“Ibu-ibu yang membantu operasional selama ini belum digaji. Kalau itu dimasukkan, kerugiannya akan lebih besar,” katanya.

Karena kondisi tersebut, pengurus memilih menghentikan sementara operasional sambil menunggu kejelasan sistem dan regulasi yang lebih mendukung.

Meski demikian, Taufik tetap optimistis koperasi dapat kembali berjalan. Apalagi, bangunan baru yang dibangun pemerintah melalui program Agrinas telah rampung.

“Kita menunggu operasional gedung baru sekaligus sistem dan regulasinya,” pungkasnya.*