Ilustrasi/net
RIAU1.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan modus baru peredaran narkoba di masyarakat yaitu memasukkan narkoba cair ke rokok elektrik vape. Mereka menyebut sasaran yang ditargetkan oleh pengedar yaitu anak muda.
Sekretaris Utama BNN Irjen Pol Tantan Sulistyana mengatakan modus peredaran narkoba dengan memasukkan narkoba cair ke rokok elektrik vape menjadi ancaman serius. Terlebih para pengedar menyasar kelompok anak muda yang banyak mengisap vape.
"Narkotika sekarang sudah ada pergeseran modus operandi maupun bentuk. Dulu bentuknya kristal, sekarang lebih banyak bergeser ke bentuk cairan," ucap dia saat acara lomba Pasanggiri Agung Kawih Sinom Narkoba musuh bangsa, di Gedung Pusat Kebudayaan Jalan Naripan, Kota Bandung, Senin (14/9/2026).
Ia mengatakan peredaran narkoba jenis cair melalui penggunaan rokok elektrik menyasar anak muda. Mereka banyak menggunakan rokok elektrik.
"Sasarannya siapa? anak muda, karena sekarang anak muda banyak yang menggunakan rokok elektrik," kata dia.
Dengan modus baru tersebut, ia mengatakan sulit dikenali secara kasa mata. Sebab cairan narkoba dapat dimasukkan ke dalam tabung rokok elektrik dan aromanya tersamarkan oleh berbagai varian rasa produk vape.
Tantan mengatakan sejumlah kasus muncul seperti ekstraksi daun ganja menjadi cairan di Sidoarjo. Serta penyelundupan ketamin dan etomidate dalam bentuk cair.
Ia melanjutkan ancaman terhadap kelompok muda juga terlihat dari meningkatnya prevalensi penyalahgunaan narkotika pada kelompok usia 15 hingga 24 tahun. Sementara itu, jumlah pengguna narkoba pada kelompok usia produktif 15 hingga 64 tahun mencapai sekitar 4,1 juta jiwa.
Dengan situasi tersebut, BNNP Jabar menggunakan pendekatan seni dan budaya untuk membangun ketahanan generasi muda dari pengaruh narkoba. Salah satunya melalui babak final Lomba Pasanggiri Agung Kawih Sinom bertajuk "Narkoba Musuh Bangsa".
Kegiatan itu mempertemukan 16 finalis yang terdiri dari delapan kategori pelajar dan delapan kategori umum setelah menyisihkan ratusan peserta.
Kepala BNNP Jabar, Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan, seni budaya tradisional memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan pencegahan narkoba kepada generasi muda. Dari 17 jenis pupuh, Sinom dipilih karena memiliki makna yang dekat dengan kelompok muda sekaligus sarat dengan pesan moral.
"Sinom itu artinya yang muda. Jadi, ini nasihat kepada anak-anak, remaja, dan pemuda agar jauh dari narkotika. Begitu masuk (pesannya), mereka pasti tidak akan mendekati narkoba," kata dia.
Pudjo menyebut, konsumsi zat terlarang di Jawa Barat saat ini didominasi obat-obatan keras ilegal sebesar 44 persen dan narkotika sebesar 44 persen. Sementara zat adiktif lainnya mencapai 12 persen.*
