Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Langsung meraih ponsel sesaat setelah bangun tidur menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan bagi banyak orang. Aktivitas yang awalnya hanya untuk mematikan alarm kerap berlanjut dengan mengecek pesan, email, hingga menggulir media sosial.
Merespons hal ini, psikolog klinis dari Sir HN Reliance Foundation Hospital, Mehezabin Dordi, mengatakan mengecek ponsel sesaat setelah bangun tidur dapat memengaruhi kondisi mental seseorang. Menurut dia, paparan berbagai notifikasi, pesan, email, dan pembaruan media sosial dalam waktu singkat dapat meningkatkan kadar hormon kortisol atau hormon stres.
Untuk mengurangi dampak tersebut, Dordi menyarankan agar seseorang menyediakan waktu sekitar 15 hingga 30 menit setelah bangun tidur tanpa menggunakan ponsel. "Langkah terbaik adalah menetapkan periode 15 hingga 30 menit setelah bangun ketika ponsel tidak berada di dekat Anda," kata dia dilansir Republika dari laman Hindustan Times, Jumat (7/8/2026).
la menjelaskan, jeda sejenak tanpa ponsel memberikan kesempatan bagi otak untuk beradaptasi secara alami setelah bangun tidur tanpa dibanjiri berbagai informasi. Selain itu, menyimpan ponsel di tempat yang tidak mudah dijangkau juga dapat mengurangi keinginan untuk mengambilnya dan mulai menggulir media sosial.
Dordi turut membagikan pengalaman salah satu pasiennya, seorang perempuan profesional berusia 30 tahun yang sebelumnya menghabiskan sekitar 30 menit setiap pagi untuk mengecek ponsel setelah bangun tidur. Kebiasaan itu membuatnya merasa terburu-buru dan pikirannya dipenuhi berbagai hal sejak awal hari.
"Akhirnya pasien itu mengubah kebiasaannya, dan tidak lagi mengecek ponsel sesaat setelah bangun tidur. Setelah beberapa pekan mengubah kebiasaan, dia tidak lagi merasa tergesa-gesa," kata Dordi.
Untuk membantu mengurangi kebiasaan tersebut, dia menyarankan sejumlah aktivitas pengganti yang didukung penelitian di bidang psikologi dan kesehatan, sebagai berikut:
1. Hidrasi
Minum segelas air putih setelah bangun tidur untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang selama tidur semalaman sekaligus memulai hari dengan kebiasaan yang lebih sehat.
2. Paparan sinar matahari
Dordi menyarankan untuk meluangkan waktu sekitar 5-10 menit di luar ruangan atau di dekat jendela agar tubuh mendapat paparan sinar matahari. Kebiasaan ini membantu mengatur ulang ritme sirkadian, meningkatkan kewaspadaan pada siang hari, dan mendukung kualitas tidur di malam hari.
3. Aktivitas fisik
Lakukan peregangan, yoga, atau berjalan kaki setelah bangun tidur. Aktivitas ini dapat meningkatkan aliran darah, mengurangi rasa kaku pada tubuh, serta merangsang produksi neurotransmiter yang berperan dalam meningkatkan suasana hati.
4. Meditasi
Luangkan sekitar lima menit untuk melakukan meditasi atau latihan pernapasan dalam. Cara ini dapat membantu menurunkan tingkat stres sekaligus mengurangi kecenderungan bertindak impulsif sepanjang hari.
5. Membuat daftar tugas atau rasa syukur
Catat tiga hal yang perlu dikerjakan atau tiga hal yang disyukuri. Kebiasaan ini dapat meningkatkan fokus dan membantu seseorang menjalani aktivitas dengan lebih terarah, alih-alih menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial tanpa tujuan.
6. Konsumsi teh atau kopi
Nikmati secangkir teh atau kopi pada pagi hari tanpa distraksi ponsel. Sambil menikmati minuman, dengarkan suara burung atau perhatikan sensasi tubuh sebagai latihan untuk meningkatkan kesadaran terhadap momen saat ini.
Adapun bagi orang yang merasa sulit menghindari ponsel di pagi hari, dia menyarankan penggunaan jam alarm konvensional sebagai pengganti alarm di ponsel atau meletakkan ponsel di luar kamar tidur agar tidak mudah dijangkau.
"Tujuannya bukan menyetop penggunaan ponsel sepenuhnya, tapi menghindari kebiasaan menggunakannya pada menit-menit pertama setelah bangun tidur. Supaya hari dimulai dengan kondisi mental yang lebih tenang dan fokus," kata dia.*