Satu per Satu Program Agung-Markarius Terealisasi, Pekanbaru Bergerak Menuju Kota Maju dan Berkelanjutan
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.
RIAU1.COM - Setahun kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar menghadirkan berbagai perubahan nyata di Kota Pekanbaru. Beragam program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat mulai terealisasi secara bertahap, mulai dari sektor pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Transformasi pembangunan tersebut menjadi fondasi kuat menuju Pekanbaru yang lebih bersih, sehat, modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Penataan Kota
Komitmen pemerintahan Agung-Markarius dimulai dari kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Salah satunya melalui penurunan tarif parkir kendaraan bermotor serta penggratisan parkir di sejumlah gerai minimarket. Kebijakan tersebut menjadi langkah konkret Pemko Pekanbaru dalam meringankan beban masyarakat sekaligus menata sistem parkir agar lebih tertib dan transparan.
“Ke depan, urusan parkir tidak perlu lagi menjadi cerita panjang. Cukup menjadi kenangan saja,” ujar Agung.
Tidak hanya itu, pelayanan publik juga terus diperkuat melalui kehadiran Mobil AMAN, layanan administrasi kependudukan berbasis jemput bola yang menjangkau langsung masyarakat di berbagai wilayah.
Di bidang kedaruratan, Pemko Pekanbaru juga meluncurkan layanan TRC Pekanbaru Aman 112 yang beroperasi selama 24 jam penuh. Layanan ini menjadi solusi cepat bagi masyarakat untuk melaporkan kondisi darurat seperti kecelakaan, kebakaran, gangguan keamanan, hingga kebutuhan medis.

Gerakan Besar Atasi Sampah
Dalam sektor lingkungan, Pemko Pekanbaru menggulirkan Gerakan Serbu Sampah yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Program tersebut diperkuat dengan pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan.
Pemko juga memperketat pengawasan terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal melalui patroli gabungan bersama Satpol PP.
Selain itu, Pekanbaru mulai memasuki babak baru pengelolaan sampah melalui pengembangan proyek Waste to Energy (WTE) di TPA 2 Muara Fajar.
Komitmen menjaga lingkungan turut diperkuat melalui gerakan penanaman 15 ribu pohon yang menjadi bagian dari visi Pekanbaru Green City. Penanaman pohon dilakukan di berbagai kawasan, termasuk area Sport Center di Kecamatan Kulim.
“Ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan menanamkan nilai kecintaan terhadap lingkungan,” kata Agung.
Pengendalian Banjir
Persoalan banjir menjadi perhatian serius pemerintahan Agung-Markarius. Pemko Pekanbaru melakukan penanganan di 20 titik rawan banjir melalui normalisasi sungai, pembenahan drainase, serta pengelolaan daerah aliran sungai (DAS).
Sekitar Rp100 miliar dialokasikan khusus untuk pembenahan drainase sebagai bagian dari master plan pengendalian banjir. Selain itu, pembangunan infrastruktur juga melampaui target.
Sepanjang tahun, lebih dari 42 kilometer jalan berhasil diperbaiki, sementara drainase dan semenisasi mencapai hampir 32 kilometer.
Pemko juga melakukan peremajaan 42 halte Trans Metro Pekanbaru (TMP), pemasangan ribuan lampu penerangan jalan umum (PJU), hingga penyediaan WiFi gratis di halte, masjid, ruang terbuka hijau, stadion, dan kawasan UMKM.
Pendidikan dan Kesehatan
Di bidang pendidikan, Pemko Pekanbaru menjalankan Program Zero Putus Sekolah. Sebanyak 1.778 anak berhasil terdata dan 757 anak telah kembali ke bangku pendidikan.
Pemko juga menghadirkan program beasiswa S1 hingga S3, termasuk bagi para hafiz Alquran. Komitmen pendidikan diperkuat melalui pemenuhan satu PAUD di setiap kelurahan. Kini, seluruh 83 kelurahan di Pekanbaru telah memiliki Satuan Pendidikan Sejenis (SPS) PAUD.
Di sektor kesehatan, Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) telah menjangkau sekitar 70 persen sekolah negeri dan swasta. Program ini membantu mendeteksi dini kasus stunting dan gangguan kesehatan anak.
Pemko juga mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini telah beroperasi 27 dapur umum MBG yang mampu menyiapkan sekitar 3.000 hingga 3.500 porsi makanan setiap hari.

Pemberdayaan Ekonomi
Pemerintahan Agung-Markarius juga fokus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui Program Rp100 Juta per RW. Program tersebut memberi ruang kepada masyarakat menentukan prioritas pembangunan di lingkungannya masing-masing. Selain itu, Pemko Pekanbaru terus mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih di 83 kelurahan sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis koperasi.
Di sisi lain, iklim investasi di Pekanbaru menunjukkan tren positif. Realisasi investasi hingga triwulan III tahun 2026 mencapai Rp8,6 triliun atau melampaui target pemerintah pusat maupun target Pemko Pekanbaru.
“Setiap investasi yang masuk adalah napas baru bagi penciptaan lapangan kerja dan masa depan anak-anak kita,” ujar Agung.
Kemudahan perizinan juga terus dilakukan. Pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam.
Tata Kelola Keuangan
Di bidang tata kelola pemerintahan, Pemko Pekanbaru berhasil melunasi utang warisan daerah senilai Rp467 miliar. Pemko juga membayarkan tunjangan kinerja ASN selama 14 bulan penuh sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian aparatur. Tidak hanya itu, sebanyak 5.137 PPPK paruh waktu resmi dilantik untuk memperkuat pelayanan publik di berbagai sektor.
Solidaritas Sosial Terus Tumbuh
Pemerintahan Agung-Markarius juga aktif menghidupkan budaya Melayu melalui Festival Kreatif Budaya Melayu yang digelar di kawasan Rumah Singgah Tuan Kadi. Festival tersebut tidak hanya mengangkat budaya lokal, tetapi juga menggerakkan pelaku UMKM.
Di bidang olahraga, Pemko Pekanbaru sukses menggelar Pekanbaru 10K yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah. Selain itu, Stadion Mini Gelora Hang Tuah di Kecamatan Kulim juga resmi dioperasikan untuk mendukung pembinaan olahraga.
Dalam bidang keagamaan, Pekanbaru sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota dan berhasil meraih Juara II MTQ tingkat Provinsi Riau.
Solidaritas sosial juga ditunjukkan melalui penyaluran bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan total bantuan mencapai miliaran rupiah.
Penghargaan Nasional
Berbagai capaian tersebut turut mengantarkan Pemko Pekanbaru meraih penghargaan nasional dari pemerintah pusat atas keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa arah pembangunan Kota Pekanbaru semakin terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Tetapi, menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih optimal demi kesejahteraan masyarakat,” tutup Agung. (Advertorial)