Masjid Ramah Pemudik di Sumbar
RIAU1.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat meluncurkan program Masjid Ramah Pemudik sebagai bentuk pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran. Tercatat ada 398 masjid yang tersebar di 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Program ini ditandai dengan kick off oleh Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Mustafa Kabid Urais Yosef Chairul, di Masjid An Nur Parik Malintang, Kecamatan Anam Lingkuang, Kabupaten Padang Pariaman, KM 41 Jalan Raya Padang–Bukittinggi, Rabu (11/3) yang dimuat Hariansingalang.
Mustafa menyampaikan peluncuran program Masjid Ramah Pemudik atau musafir ini dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
“Secara maraton di 19 kabupaten dan kota kita melaksanakan kick off atau launching Masjid Ramah Pemudik atau musafir bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama lebaran” kata Mustafa.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri, termasuk pedoman penyelenggaraan Masjid Ramah Pemudik.
Menurutnya, berbagai program digagas Kementerian Agama untuk menyemarakkan Ramadan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik saat Idul Fitri.
Mustafa mengatakan, tradisi mudik merupakan fenomena khas Indonesia yang setiap tahun selalu dinanti oleh masyarakat, termasuk masyarakat Minangkabau yang memiliki tradisi pulang kampung menjelang Lebaran.
Karena itu, masjid dinilai menjadi tempat yang paling tepat untuk menjadi lokasi persinggahan bagi para pemudik.
“Selain untuk beristirahat, para pemudik juga dapat melaksanakan ibadah dan menenangkan diri sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman masing-masing,” katanya.
Mustafa juga mengapresiasi pengurus Masjid An Nur yang dinilai telah memiliki fasilitas memadai bagi para musafir, terutama ketersediaan air yang melimpah di tempat wudhu.
Sementara sebelumnya, Kepala Bidang Urusan Agama Islam, Yosef Chairul menyampaikan sebanyak 398 masjid di Sumatera Barat telah disiapkan sebagai masjid ramah musafir yang tersebar di 19 kabupaten dan kota.
Menurutnya, masjid-masjid tersebut sebelumnya telah dilakukan pengamatan dan dinilai memenuhi sejumlah kriteria sebagai tempat singgah yang nyaman bagi pemudik.
“Masjid yang disiapkan untuk pemudik di Sumatera Barat sebanyak 398 masjid yang tersebar di 19 kabupaten dan kota. Masjid-masjid ini telah kita amati dan memenuhi syarat sebagai masjid ramah musafir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kriteria masjid ramah musafir antara lain terbuka selama 24 jam, memiliki area parkir yang memadai, fasilitas toilet yang bersih, tempat wudhu yang layak, serta memungkinkan bagi pemudik untuk beristirahat sejenak selama perjalanan.
Selain itu, pengurus masjid juga diharapkan memberikan pelayanan yang ramah serta menciptakan suasana yang nyaman bagi para musafir yang singgah.*