Setelah Dikuburkan di Solok Sumatera Barat, Seorang Perantau Dari Banten Dinyatakan Positif Corona
ilustrasi kuburan/net
RIAU1.COM -SOLOK- Setelah dikubur baru ketahuan terinfeksi corona, Seorang perantau perempuan asal Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok meninggal dunia di RSUD Dr.H.Bob Bazar SKM, Lampung Selatan Kalianda saat dalam perjalanan dari rantaunya Kreok, Tangerang, Banten.
SR (26) 2 hari dirawat di RSUD itu, SR meninggal dan dibawa ke kampung halamannya, Paninggahan untuk dimakamkan. Sampelnya sempat diambil untuk uji labor virus corona. Dia dimakamkan 10 April 2019. Pada 13 April 2020 hasil lab keluar, dan almarhumah SR dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
Informasi tentang SR yang positif corona tersebut disampikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok berdasarkan hasil pemeriksaan RSUD Dr.H.Bob Bazar SKM Kalianda Provinsi Lampung, Rabu (14/04/2020) di Solok.
Informasi yang diperoleh dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok , melalui Kabid Pencegahan Penyakit Menular Dr Aida Herlina, almarhumah telah lama mengidap sakit kanker dan telah tiga kali masuk rumah sakit di Jakarta. Berikutnya keluarga sepakat membawa almarhumah pulang ke kampung halaman di Paninggahan.
Keluarga bersama almarhumah berangkat 7 April 2020, dari Kreo Tangerang. Namun sampai di Bakauheni kondisi yang bersangkutan tambah parah. Berikutnya SR dibawa ke RSUD Dr.H.Bob Bazar SKM, Lampung Selatan Kalianda.
"Diperkirakan di perjalanan yang bersangkutan meninggal dunia. Karena yang bersangkutan dari daerah pendemik Covid-19, sesampai di rumah sakit maka pihak rumah sakit melakukan rapid test dengan hasil positif," katanya.
Oleh keluarga, almarhumah dibawa ke kampung nya di Nagari Paninggahan, sementara dokter rumah sakit baru memberikan keterangan dia menderita kanker karena hasil rapid test belum keluar. Jenazah sampai di Paninggahan pada hari Jumat 10 April 2020 sekitar pukul 06.00 WIB, dan dikebumikan pagi itu juga sekitar pukul 09.00 WIB.
" Berikutnya pada 13 April 2020, keluar hasil swab tes di Palembang dengan hasil positif Covid-19. seterusnya pihak rumah sakit memberikan informasi ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar lalu Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar meneruskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Solok," bebernya.
Dinkes Kabupaten Solok mengabarkan ke Puskesmas Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih yang diterima oleh Arni A.Md.
Maka Forkopincam Kecamatan Junjung Sirih bersama Puskesmas dan Wali Nagari Paninggahan lansung menyikapinya dengan datang langsung ke lokasi dan memberikan arahan kepada keluarga dan warga sekitar keluarga almarhumah serta mendata orang orang yang kontak langsung dengan almarhumah.
"Diketahui keluarga yang mengantar almarhumah dari Kreo Tangerang sebanyak 9 orang dan 6 orang telah kembali ke Kreo Tangerang. Satu orang anak berusia lebih kurang tiga tahun, suami dan ibu almarhumah tinggal di kampung Dusun Data Jorong Parumahan Nagari Paninggahan dan yang mengangkat peti jenazah sebanyak 7 orang.(Jernihnews)