Pemprov Riau Targetkan Jumlah Orang Miskin Tahun Depan Berkurang

29 April 2026
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi

RIAU1.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menargetkan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran secara signifikan pada tahun 2027, seiring dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program pembangunan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Riau, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, arah kebijakan pembangunan ke depan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi harus berkualitas, artinya mampu menurunkan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam dokumen perencanaan, Pemprov Riau menetapkan sejumlah target indikator makro pada 2027, di antaranya penurunan tingkat kemiskinan di seluruh kabupaten/kota, penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT), peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan ketimpangan (rasio gini).

"Upaya ini menjadi bagian dari strategi pembangunan yang lebih inklusif, dengan fokus pada pemerataan hasil pembangunan," jelasnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, kondisi sosial ekonomi Riau menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat, sementara tingkat kemiskinan dan pengangguran cenderung menurun.

Namun demikian, Syahrial mengakui masih terdapat tantangan, terutama dalam memastikan pemerataan pembangunan antarwilayah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Masih ada kesenjangan antar daerah yang perlu kita jawab bersama melalui program yang tepat sasaran,” katanya.

Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Riau akan memperkuat sejumlah program prioritas, seperti peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat berbasis lokal, penciptaan lapangan kerja melalui sektor produktif, pemberdayaan UMKM dan pelaku usaha kecil.

Selain itu, pembangunan infrastruktur juga diarahkan untuk membuka akses ekonomi masyarakat di wilayah terpencil dan tertinggal.

Syahrial menegaskan bahwa keberhasilan menurunkan kemiskinan dan pengangguran tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan dukungan seluruh pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat.

“Kolaborasi menjadi kunci agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk aktif memberikan masukan dalam proses perencanaan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.

Dengan fokus pada pembangunan manusia dan penguatan ekonomi masyarakat, Pemprov Riau optimistis target penurunan kemiskinan dan pengangguran pada 2027 dapat tercapai secara berkelanjutan.