Proses pembuatan kompos
RIAU1.COM - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 155 Desa Petani melaksanakan kegiatan pembuatan kompos bersama Santriwan Pondok Pesantren Muhammadiyah Nawawi Djamil, Desa Petani, pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di Posko Laki-Laki KKN UMRI Kelompok 155 sebagai bentuk edukasi mengenai pemanfaatan limbah organik menjadi produk non pangan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama para santriwan memanfaatkan pelepah sawit dan kulit ubi sebagai bahan pembuatan kompos. Kedua bahan tersebut dipilih karena mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan masih dapat dimanfaatkan kembali sehingga tidak hanya menjadi limbah.
Kegiatan diawali dengan pengenalan bahan dan penjelasan mengenai pemanfaatan limbah organik. Selanjutnya, para santriwan mengikuti praktik pembuatan kompos secara langsung bersama mahasiswa KKN. Melalui kegiatan praktik, peserta dapat memahami proses pengolahan bahan organik sekaligus mengetahui manfaat kompos bagi tanaman.
Hafizorrahman, Ketua KKN UMRI Kelompok 155 Desa Petani, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya kelompok KKN dalam mengenalkan pemanfaatan limbah organik kepada para santriwan. Menurutnya, bahan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna.
Pemanfaatan pelepah sawit dan kulit ubi menjadi kompos juga menjadi salah satu penerapan konsep zero waste, yaitu mengurangi limbah dengan memanfaatkan kembali bahan yang masih dapat digunakan. Kompos yang dihasilkan merupakan produk non pangan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan tanaman.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada santriwan, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa KKN untuk melakukan pemberdayaan melalui praktik sederhana. Para santriwan terlibat langsung dalam proses kegiatan sehingga mereka mendapatkan pengalaman mengenai cara memanfaatkan limbah organik.
Pelepah sawit dan kulit ubi yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat dimulai dari bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, KKN UMRI Kelompok 155 berharap pengetahuan yang diperoleh para santriwan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pembuatan kompos tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik secara sederhana dan berkelanjutan.*
