Pendiri Sekolah Tahfiz Al-Fatih Anton Yuliandri. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Para peserta didik Sekolah Tahfiz Al-Fatih Pekanbaru berasal dari latar belakang yang beragam. Para santri tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga mancanegara.
“Santri kami datang dari berbagai daerah. Bahkan, ada yang berasal dari Malaysia dan Brunei Darussalam,” kata Pendiri Sekolah Tahfiz Al-Fatih Anton Yuliandri usai kegiatan Khatmil Quran SMP IT Tahfizh Al-Fatih di Gedung Al-Fatih Islamic Center Jalan Rasamala, Komplek Perumahan Beringin Indah, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kamis (16/4/2026).
Keberagaman tersebut turut memperkaya lingkungan pendidikan di sekolah tahfiz tersebut. Bahkan, kepala sekolah tingkat SMA diketahui merupakan lulusan doktoral dari Brunei Darussalam.
Dalam proses pembinaan, Anton mengakui bahwa menghafal Alquran menjadi tantangan tersendiri bagi para santri. Namun, pihak sekolah terus menanamkan motivasi berbasis nilai-nilai keagamaan, termasuk melalui hadis yang menekankan kemuliaan para penghafal Alquran.
“Alquran adalah penyelamat. Dengan keyakinan itu, kami dorong para santri untuk tetap semangat dan istiqamah,” ujar Anton.
Ia juga meyakini bahwa para penghafal Alquran tidak akan dibiarkan menghadapi kesulitan hidup tanpa pertolongan. Oleh karena itu, pendidikan di Al-Fatih tidak hanya berfokus pada hafalan.
"Kami juga mendidik para santri dalam membangun kepercayaan diri dan harapan masa depan," ucap Anton.
Kepada para santri yang telah menuntaskan khatam Alquran diimbau agar terus menjaga hafalan yang telah diraih. Selain itu, para santri juga didorong untuk tetap berprestasi di berbagai bidang profesi.
“Ke depan, mereka bisa menjadi apa saja seperti ahli perminyakan, pertanian, atau profesi lainnya. Namun, mereka tetap sebagai hafiz Alquran,” tutupnya.