Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan para pengembang perumahan dalam upaya memperluas layanan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kepada masyarakat. Salah satu tantangan yang masih dihadapi PDAM saat ini adalah tingginya tingkat non-revenue water (NRW) atau air yang diproduksi tetapi tidak menghasilkan pendapatan.
"Persentase kehilangan air tersebut masih mencapai sekitar 75 persen. Air bersih yang tidak bisa diuangkan masih sangat besar," kata Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Rabu (15/7/2026).
Sehingga, banyak air baku yang masih terbuang. Padahal, sumber air baku yang dimiliki Pekanbaru cukup melimpah dan kualitasnya sangat baik, bahkan berpotensi menjadi air siap minum.
"Selama ini, potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Karena, jaringan distribusi dan cakupan layanan PDAM masih terbatas," ujar Markarius
Oleh sebab itu, Pemko Pekanbaru mendorong adanya kerja sama dengan seluruh pengembang. Agar, setiap pembangunan kawasan perumahan baru dapat terhubung dengan jaringan PDAM.
"Kami berharap setiap perumahan baru menggunakan layanan PDAM ke depannya. Selama ini, masih banyak yang mengandalkan sumur bor sebagai sumber air bersih," ucap Markarius.
Diharapkan, Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi mengenai lokasi-lokasi perumahan baru yang akan dibangun. Dengan demikian, pemko dapat menyiapkan jaringan distribusi air bersih sejak awal pembangunan.
"Melalui komunikasi yang baik dengan Himperra, kami dapat memetakan lokasi perumahan baru dan menyiapkan akses jaringan PDAM. Dengan begitu, masyarakat akan lebih mudah memperoleh air bersih yang terjamin kualitasnya," pungkasnya.