Pemko Pekanbaru Ajak Pelaku Usaha Beralih ke Air PDAM untuk Cegah Penggunaan Air Tanah

12 Mei 2026
Pj Sekdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut. Foto: Surya/Riau1.

Pj Sekdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru mengajak para pelaku usaha untuk mulai beralih menggunakan air perpipaan milik PDAM Tirta Siak. Hal ini guna mengurangi penggunaan air tanah secara berlebihan yang dinilai dapat merusak keseimbangan lingkungan.

Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 9 Tahun 2026 tentang Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Regulasi itu menjadi strategi pemerintah dalam mengendalikan eksploitasi air tanah sekaligus menjaga keberlanjutan ketersediaan air bersih di Kota Pekanbaru.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut usai sosialisasi perwako di Hotel Prime Park, Selasa (12/5/2026), mengatakan, perwako tersebut disusun sebagai respons terhadap kondisi geografis Pekanbaru yang terus mengalami penurunan elevasi tanah akibat pemanfaatan air tanah yang berlebihan. Regulasi ini disiapkan untuk menyikapi kondisi lingkungan. 

"Elevasi air tanah terus menurun. Sehingga harus ada tata kelola yang jelas dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat tanpa merusak ekosistem,” ujarnya.

Ingot menyoroti masih rendahnya jumlah bangunan yang terhubung dengan sambungan rumah air perpipaan dibandingkan dengan pertumbuhan pembangunan. Kondisi itu menunjukkan masih banyak pelaku usaha dan masyarakat yang bergantung pada penggunaan air tanah. Karena itu, perwako tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan pola pikir para pelaku usaha agar mulai memanfaatkan layanan air bersih dari pemerintah.

“Dukungan pelaku usaha sangat penting untuk menjaga ketersediaan air bersih di masa depan,” ucap Ingot.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Siak Suryana mengatakan, pihaknya terus meningkatkan kapasitas produksi air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Kapasitas produksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) mencapai maksimal 1.000 liter per detik saat ini.

"Kami melakukan peningkatan produksi air bersih secara bertahap untuk menjangkau empat zona pelayanan," ujarnya.

PDAM Tirta Siak mengelola tiga unit SPAM yang melayani 13 kecamatan. Namun, masih terdapat dua kecamatan yang belum sepenuhnya terjangkau layanan air perpipaan.

“Wilayah pelayanan memang belum mencakup seluruh kota karena pertimbangan investasi. Tetapi, optimalisasi terus dilakukan melalui pembangunan infrastruktur SPAM,” jelas Suryana.

Pemko Pekanbaru menilai penerapan perwako tersebut menjadi bentuk komitmen dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat melalui pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan.
Selain memenuhi kebutuhan air bersih, kebijakan itu juga diharapkan mampu mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas akibat eksploitasi air tanah secara berlebihan di masa mendatang.