Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru mengapresiasi langkah PT Indomarco Prismatama atau Indomaret yang membuka peluang bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Riau untuk menembus pasar ritel modern. Agar bisa dipajang di Indomaret, produk UMKM harus melalui kurasi yang ketat.
"Kegiatan kurasi menjadi pintu masuk bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Produk yang memenuhi standar setelah melalui proses kurasi berpeluang dipasarkan melalui jaringan ritel Indomaret," kata Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar, Selasa (6/10/2026).
Kurasi ini bertujuan menyesuaikan kebutuhan pasar melalui Indomaret. Sehingga, produk UMKM bisa masuk ke ritel.
"Tentunya, ada standar yang harus dipenuhi, seperti standar produk, kemasan, harga, dan lain-lain," jelas Markarius.
Sekitar 50 pelaku UMKM mengikuti program kurasi tersebut. Produk yang dinilai telah memenuhi persyaratan dapat langsung melanjutkan kerja sama. Sedangkan produk yang belum memenuhi standar akan mendapat evaluasi dan pendampingan hingga dinilai layak.
Peluang masuk ke ritel modern penting untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM lokal. Karena itu, Pemko Pekanbaru akan terus mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas produknya agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Manager Development Indomaret Pekanbaru Yulianto mengatakan, Indomaret berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM. Produk Riau memiliki potensi besar, baik dari sisi kreativitas, kualitas maupun cita rasa.
Namun, pelaku UMKM perlu memenuhi sejumlah persyaratan. Agar, produknya dapat masuk dan bertahan di pasar ritel modern.
"Kami percaya bahwa produk-produk Riau memiliki potensi besar, kreativitas yang tinggi, kualitas rasa yang khas, serta daya saing yang tidak kalah dengan produk skala nasional. Namun, kami juga memahami bahwa untuk menembus pasar ritel modern dan menjangkau konsumen yang lebih luas, diperlukan adanya standardisasi," jelas Yulianto.