Kolaborasi Pemko Pekanbaru-UNRI, Danau Kampus Disiapkan Jadi Embung Pengendali Banjir

3 Januari 2026
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama jajaran usai pertemuan dengan pihak UNRI. Foto: Istimewa.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama jajaran usai pertemuan dengan pihak UNRI. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru terus mengintensifkan upaya penanganan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menjalin kolaborasi dengan Universitas Riau (UNRI) melalui rencana revitalisasi sepuluh embung yang berada di dalam kawasan kampus.

Rencana tersebut dibahas dalam diskusi bersama yang digelar Pemko Pekanbaru dan pihak UNRI. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa luapan air hujan yang selama ini menggenangi wilayah Kecamatan Binawidya dan Tuah Madani akan dialirkan ke embung-embung yang berada di kawasan kampus UNRI sebagai embung dan kolam resapan.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Rektor Universitas Riau Profesor Sri Indarti yang berlangsung di Ruang Rapat Kunto Darussalam, Lantai II Gedung Rektorat Unri, Jumat (2/1/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan apresiasi kepada UNRI atas dukungan dan kesediaannya berperan aktif dalam upaya pengendalian banjir di Kota Pekanbaru.

"Terima kasih kami sampaikan kepada Universitas Riau yang bersedia memanfaatkan danau-danau di kawasan kampus sebagai embung dan kolam resapan. Dengan langkah ini, kami optimistis persoalan banjir, khususnya di Kecamatan Binawidya dan Tuah Madani, dapat diatasi,” katanya.

Terdapat sepuluh embung di kawasan UNRI yang diproyeksikan untuk menampung luapan air hujan. Ke depan, Pemko Pekanbaru dan UNRI akan membentuk tim bersama untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau serta Balai Wilayah Sungai (BWS) guna merealisasikan rencana tersebut.

“Penyambungan jalur aliran air dari luar kawasan hingga masuk ke embung menjadi prioritas utama. Selain itu, kawasan sekitar embung juga akan direvitalisasi agar lebih asri. Tahun ini sudah mulai dilakukan pembangunan,” ujar Agung.

Sementara itu, Rektor UNRI Profesor Sri Indarti menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. UNRI memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk berperan dalam upaya mitigasi banjir, khususnya di wilayah sekitar kampus.

“Ini merupakan bentuk sinergi yang memberikan dampak positif, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga untuk edukasi dan warga Kota Pekanbaru. Semoga rencana yang telah disusun dapat terealisasi dengan baik,” harapnya.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut menambahkan, penanganan banjir membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Diharapkan, program revitalisasi danau di kawasan UNRI dapat berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Ada sepuluh embung di kawasan UNRI yang akan direvitalisasi. Tentu hal ini membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari Pemko Pekanbaru, Pemprov Riau, hingga Kementerian Pekerjaan Umum melalui pengelolaan sungai. Kami berupaya mengolaborasikan seluruh potensi agar program ini berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” pungkasnya.