Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dedy Sambudi. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Program khitan massal yang digelar Pemko Pekanbaru dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-242 mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Bahkan, jumlah peserta yang mendaftar telah melampaui target yang ditetapkan panitia.
Awalnya, kegiatan sosial tersebut menargetkan sebanyak 1.100 peserta. Namun hingga Kamis (11/6/2026), jumlah anak yang telah terdaftar mencapai 1.207 orang dan diperkirakan masih akan terus bertambah menjelang hari pelaksanaan.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru Dedy Sambudi mengatakan, tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa program tersebut sangat dibutuhkan dan mendapat respons positif. Dinkes melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi.
"Hingga saat ini, jumlah peserta yang sudah mendaftar mencapai 1.207 anak, melampaui target yang telah ditetapkan," ujarnya.
Kegiatan khitan massal yang menjadi salah satu agenda utama peringatan Hari Jadi ke-242 Pekanbaru itu dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni. Pelaksanaan kegiatan akan dipusatkan di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru.
Berbagai persiapan teknis dan medis hampir rampung. Dalam pelaksanaannya nanti, Dinkes mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari rumah sakit, klinik, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), hingga Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
"Persiapan sudah hampir selesai. Kami mendapat dukungan dari berbagai rumah sakit, klinik, IDI, dan PPNI untuk memaksimalkan pelayanan kepada seluruh peserta," jelas Dedy.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran kegiatan, rumah sakit dan klinik yang terlibat telah berkomitmen menyediakan 85 tempat tidur, tenaga kesehatan, serta kebutuhan obat-obatan. Seluruh pihak juga terus memperkuat koordinasi guna memastikan pelayanan berjalan aman dan optimal.
Aspek keselamatan peserta menjadi perhatian utama panitia. Oleh karena itu, setiap anak yang mengikuti khitanan massal wajib menjalani pemeriksaan kesehatan atau skrining terlebih dahulu sebelum dilakukan tindakan medis.
"Untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pelayanan, seluruh peserta akan menjalani skrining kesehatan terlebih dahulu. Setelah menjalani khitanan, peserta juga diimbau melakukan kontrol kesehatan di klinik atau puskesmas terdekat dengan membawa kartu BPJS Kesehatan atau kartu Universal Health Coverage (UHC) sesuai identitas masing-masing," jelas Dedy.
Selain memperoleh layanan khitanan secara gratis, para peserta juga akan menerima bingkisan dan santunan yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Pemko Pekanbaru berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan bantuan untuk pelaksanaan khitan anak.
"Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata, terutama bagi keluarga yang membutuhkan. Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan sosial yang langsung dirasakan masyarakat," pungkas Dedy.