Kemandirian Fiskal Pekanbaru Kuat, PAD Mampu Topang Belanja Pegawai

26 Maret 2026
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.

Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Kondisi kemandirian fiskal Kota Pekanbaru tergolong baik dan aman saat ini. Bahkan, Pekanbaru menjadi salah satu dari dua daerah di Provinsi Riau yang dinilai memiliki kemandirian fiskal kuat, bersama Kota Dumai.

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar, Kamis (26/3/2026), mengatakan, kekuatan tersebut terlihat dari kemampuan daerah dalam membiayai belanja pegawai. Meskipun, terjadi pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat. Hal ini didukung oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai cukup stabil.

“Dari sisi kemandirian fiskal, Pekanbaru termasuk daerah yang aman. Jika DAU berkurang, belanja pegawai masih dapat ditopang oleh PAD,” ujarnya.

Selain itu, Pekanbaru juga mencatatkan capaian positif pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pekanbaru menempati posisi teratas di Provinsi Riau, termasuk dalam indikator partisipasi anak usia sekolah yang juga menjadi yang tertinggi.

Namun demikian, Markarius mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama pada sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Secara umum, kinerja BUMD di Pemko Pekanbaru masih berada dalam kategori kurang baik.

“Seluruh BUMD kami saat ini masih dalam penilaian kurang baik. Namun, kami terus melakukan pembenahan secara bertahap,” ungkap Markarius.

Salah satu BUMD yang mulai menunjukkan perbaikan adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru Madani. Sementara itu, dua BUMD lainnya, termasuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), masih dalam proses penanganan yang lebih intensif.

Saat ini, Pemko Pekanbaru tengah melakukan pendampingan khusus terhadap PDAM, terutama dalam menyelesaikan persoalan utang kepada pihak ketiga terkait penyediaan sumber air baku di masa lalu. Upaya restrukturisasi utang juga sedang dilakukan secara bertahap, seiring dengan peningkatan kinerja perusahaan.

“PDAM sedang dalam proses penanganan khusus. Kami optimistis ke depan kondisinya akan membaik, meskipun membutuhkan waktu,” ucap Markarius.