Gerobak Bantuan BRI Jaga Kuliner Tradisional Pekanbaru dan Kenangan Masa Lalu

23 Mei 2026
Gerobak bantuan BRI kepada para pedagang kuliner tradisional di Jalan Sam Ratulangi Pekanbaru. Foto: Surya/Riau1.

Gerobak bantuan BRI kepada para pedagang kuliner tradisional di Jalan Sam Ratulangi Pekanbaru. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Jajaran gerobak berlambang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Peduli terlihat di gerbang Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Sago, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Nama Sago ini diambil dari wilayah ini yang banyak terdapat pohon sagu di masa lalu.

Dialek bahasa Melayu menyebut sagu dengan istilah "sago". Sejak dulu, warga Pekanbaru sudah mengenal kawasan sepanjang Jalan Sam Ratulangi ini tempat kuliner tradisional dengan harga terjangkau.

Sampai kini, pengendara kerap berhenti di depan gerobak pedagang. Mereka membeli makanan tradisional seperti martabak manis dan aneka kue.

Ada juga kerupuk ubi tipis melebar yang dikenal dengan sebutan opak. Dagangan lainnya tentu saja yang paling favorit yaitu kerupuk jengkol yang lebar. 

Iwa, salah seorang pedagang kerupuk opak dan jengkol menuturkan, gerobak dagangannya ini diperoleh pada awal 2024. Pedagang yang mendapat bantuan ini tak semua memperoleh gerobak di sepanjang Jalan Sam Ratulangi. Pedagang yang diberi bantuan gerobak berlambang BRI Peduli ini mulai dari gerbang masuk Jalan Sam Ratulangi hingga sebelum Jembatan Sago.

"Orang BRI yang langsung mendata kami. Bantuan ini juga salah satu bentuk program UMKM," jelas Iwa.

Setelah disurvei dan didatang pegawai BRI. Beberapa bulan kemudian, gerobak berlogo BRI Peduli selesai dibuat. Pedagang yang sudah didata diminta mengambil gerobak ini ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Legal Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Sukajadi.

Meski bermodalkan gerobak baru, pendapatan pedagang tetap tak meningkat. Tetapi, wajah Jalan Sam Ratulangi lebih tertata rapi. Pedagang juga merasa terbantu karena tak perlu lagi membuat gerobak.

Pembuatan gerobak baru butuh biaya yang tidak murah. Biaya pembuatan gerobak mencapai Rp5 juta.

"Sebelum dapat bantuan gerobak ini, dagangan saya tata di atas meja dagangan. Dulu, semua penjual kerupuk di sini juga berjualan hanya menggunakan meja saja," ungkap Iwa.

Rata-rata, jenis usaha sama pedagang sama yaitu jualan kerupuk opak dan jengkol. Tapi, setiap kerupuk yang dijual merupakan buatan tangan sendiri.

"Kalau usaha ini punya orang tua. Saya hanya bantu menjaga," tutur Iwa.

Sementara itu, Department Head Ultra Micro BRI Region 2 Pekanbaru, Widia Apriani, mengatakan, program CSR BRI Peduli ini bertujuan untuk menciptakan nilai ekonomi melalui program yang terukur melalui pemberdayaan ataupun pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada UMKM. Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan peluang atas kesempatan melalui penyaluran program bantuan ataupun pemberdayaan UMKM.

"Kami juga berharap bisa mendorong UMKM untuk naik kelas melalui program-program pemberdayaan ataupun kegiatan pelatihan dan juga pendampingan," harapnya.

BRI berupaya meningkatkan perekonomian pelaku UMKM agar naik kelas. Salah satu bentuk upaya dari BRI adalah menyalurkan bantuan CSR kepada para pelaku UMKM yang telah diverifikasi dan ditentukan pemerintah daerah.