BGN Minta SPPG Sampaikan Rincian Menu dan Harga, Medsos Jadi Kunci Edukasi Publik

29 Maret 2026
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya. Foto: Surya/Riau1.

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Informasi tersebut terkait rincian menu dan harga makanan yang disajikan setiap hari.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya di Pekanbaru, beberapa waktu lalu, menyebutkan, masyarakat cenderung menilai program berdasarkan perbandingan antara nilai anggaran per porsi dengan isi makanan yang diterima. Oleh karena itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta untuk menyampaikan informasi secara rinci kepada penerima manfaat.

“Tugas pelaksana di lapangan adalah menyampaikan hari ini memasak apa dan berapa harga setiap komponennya. Hal ini penting agar masyarakat memahami komposisi biaya,” katanya.

Penjelasan terkait total anggaran program menjadi kewenangan BGN. Sementara itu, SPPG berperan dalam memberikan informasi faktual di tingkat pelaksanaan.

"Media sosial (medsos) harus dimanfaatkan sebagai sarana utama dalam menyampaikan informasi kepada publik. Melalui platform digital, masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi terkait menu, kandungan gizi, serta harga bahan pangan yang digunakan," tegas Sony.

Penyampaian informasi yang terbuka juga menjadi langkah strategis untuk meluruskan berbagai isu yang tidak benar. Ia mencontohkan, beredarnya informasi bahwa program MBG mengurangi anggaran pendidikan.

Padahal, hal tersebut tidak benar dan telah diklarifikasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Hasil diskusi dengan Wakil Ketua DPR RI serta Komisi VIII DPR RI tidak menunjukkan adanya pengurangan anggaran pendidikan.

“Informasi yang tidak tepat muncul karena kurangnya pemahaman. Oleh karena itu, tugas kami adalah menyampaikan informasi yang benar dan faktual kepada masyarakat,” sebut Sony.

Pelaksana program MBG memiliki tanggung jawab untuk merespons berbagai bentuk disinformasi, fitnah, maupun ujaran kebencian dengan data dan penjelasan yang akurat. BGN berharap, melalui keterbukaan informasi dan pemanfaatan media sosial secara optimal, masyarakat dapat memahami program MBG secara utuh serta terhindar dari pengaruh informasi yang menyesatkan.