Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Rini Widyantini menyatakan rencana pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 masih dalam tahap penghitungan dan pembahasan lintas kementerian. Saat ini, pemerintah tengah memetakan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) sejalan dengan arah kebijakan Presiden.
Rini menjelaskan, Kemenpan RB sedang berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk menghitung kebutuhan formasi secara menyeluruh. Perhitungan tersebut juga mempertimbangkan kemampuan anggaran negara serta kompetensi yang dibutuhkan untuk mendukung program prioritas Presiden.
“ASN ke depan tentu harus kita hitung betul. Kami juga sedang komunikasi dengan Kementerian Keuangan, karena kita harus menghitung kebutuhan ASN untuk mendukung Asta Cita Bapak Presiden. Kompetensi apa saja yang dibutuhkan,” ujar Rini di Kemenpan RB, Rabu (11/2/2026) yang dimuat
Liputan6.com.
Menurutnya, penentuan jumlah formasi tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah perlu memastikan jenis kompetensi yang benar-benar dibutuhkan, terlebih setelah adanya perubahan struktur organisasi di sejumlah instansi pemerintah.
“Mohon waktu, karena kita harus betul-betul menghitung. Apalagi kemarin baru terjadi perubahan organisasi, sehingga saya juga harus menunggu kebutuhan dari instansi pemerintah seperti apa,” katanya.
Rini menegaskan, kebutuhan ASN ke depan akan disesuaikan dengan target pencapaian program prioritas Presiden, termasuk memperhatikan potensi dan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap membuka peluang bagi lulusan baru atau fresh graduate dalam rekrutmen ASN. Namun, kesempatan tersebut tetap harus diselaraskan dengan kebutuhan riil serta perhitungan yang matang.
“Saya juga konsen bahwa fresh graduate harus diberikan kesempatan. Tapi tentu harus berdasarkan perhitungan yang tepat dan disesuaikan dengan kompetensi yang memang dibutuhkan,” ucapnya.
Berikut adalah poin-poin utama terkait perkembangan seleksi tersebut:
- Koordinasi Anggaran: Kemenpan RB terus berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan untuk memastikan jumlah formasi yang dibuka sesuai dengan kemampuan anggaran negara.
- Dukungan Program Prioritas: Penghitungan formasi difokuskan untuk mendukung Asta Cita Presiden, termasuk menentukan kompetensi spesifik yang dibutuhkan di berbagai sektor.
- Penyesuaian Struktur Baru: Mengingat adanya perubahan organisasi di sejumlah instansi, pemerintah tidak ingin terburu-buru dan memilih menunggu usulan kebutuhan riil dari tiap kementerian/lembaga.