Menkeu Yakin Ekonomi RI Masih Aman dari Resesi

10 Maret 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan daya beli masyarakat masih tetap terjaga dan perekonomian nasional masih jauh dari krisis setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tanah Abang, Jakarta. 

Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/3/206), mengatakan kunjungannya ke Pasar Tanah Abang dilakukan setelah mendengar spekulasi bahwa perekonomian nasional sedang menuju resesi. Salah satu indikasi yang disebut-sebut adalah kondisi pasar yang dinilai semakin sepi.

Namun menurut Purbaya, berbagai indikator ekonomi justru menunjukkan kondisi perekonomian nasional masih baik.

“Ternyata betul, daya beli masih ada, orang masih belanja, dan pasar masih ramai. Saya datang ke sana, tiba-tiba banyak orang berkumpul. Artinya di sekeliling kita masih banyak orang yang sedang berbelanja,” ujarnya yang dimuat Antara.

Bendahara negara itu menilai keramaian aktivitas belanja di pasar menjadi salah satu sinyal bahwa kondisi ekonomi masyarakat masih terjaga.

Karena itu, ia optimistis perekonomian Indonesia jauh dari potensi resesi.

“Artinya, daya beli masyarakat sepertinya sedang membaik dan kita tidak resesi, apalagi krisis. Kita jauh dari krisis. Jadi ekonomi kita sedang bagus,” kata Purbaya.

Ia juga memastikan pemerintah akan mengambil kebijakan untuk meredam dampak lonjakan harga minyak apabila pergerakannya melampaui kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut dia, APBN akan dipersiapkan secara maksimal untuk menjadi peredam gejolak ekonomi (shock absorber).

Terkait kenaikan harga minyak dunia, Purbaya mengatakan pemerintah akan memberikan waktu sekitar satu bulan untuk mengevaluasi potensi penyesuaian APBN.

Untuk saat ini, menurut dia, rata-rata perkembangan harga minyak dunia masih berada di bawah batas kemampuan APBN.

“Jangan cepat menyimpulkan harga akan 100 dolar AS terus. Kami akan melakukan asesmen dari waktu ke waktu. Hitungan berubah terus sesuai keadaan. Sekarang rata-ratanya belum 100 dolar AS. Masih di bawah itu, jadi tenang dulu,” jelas Purbaya.

Ia juga belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia. Menurutnya, kapasitas fiskal pemerintah masih cukup untuk menahan gejolak tersebut.*