Kerugian Ekonomi Akibat Listrik Mati Total di Batam jadi Rp407 Miliar

15 Oktober 2026
Ilustrasi/Freepik

Ilustrasi/Freepik

RIAU1.COM - Kerugian ekonomi akibat pemadaman listrik total (blackout) di Batam diperkirakan mencapai Rp407 miliar. Estimasi tersebut lebih tinggi Rp174 miliar dibandingkan hitungan awal sebesar Rp233 miliar.

Sementara itu, meski pasokan listrik telah pulih setelah berdampak pada 411.219 pelanggan, penyebab pasti gangguan masih menunggu penjelasan teknis yang lebih terperinci.

Guru Besar Politeknik Negeri Batam, Dwi Kartikasari, menilai estimasi awal yang disampaikan Suyono Saputra mewakili Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Batam belum sepenuhnya menggambarkan dampak ekonomi akibat pemadaman.

Selain durasi gangguan yang lebih panjang dari perkiraan awal, aktivitas usaha yang terhenti juga menimbulkan kerugian berantai di berbagai sektor.

“Saya perkirakan total kerugian ekonomi dapat lebih besar daripada estimasi yang disampaikan Pak Suyono, Beliau menyampaikan angka Rp233 miliar dengan perhitungan konservatif, tetapi kemungkinan lebih besar mencapai Rp407 miliar,” kata Dwi kepada Batam Pos, Rabu (14/10) sore.

Dwi menjelaskan, estimasi awal Rp233 miliar dihitung berdasarkan gangguan selama 12 jam. Namun, pemulihan pasokan listrik berlangsung hingga hari berikutnya. Sejumlah pelanggan yang kembali mendapat pasokan pada Senin (12/10) bahkan masih mengalami gangguan susulan pada Selasa (13/10).*