Kabut Asap, Kualitas Udara Batam Memburuk

7 Oktober 2026
Kabut Asap Batam

Kabut Asap Batam

RIAU1.COM - Kualitas udara di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), memburuk akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sejumlah wilayah di Indonesia. Warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan karena kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan.

Data Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam pada Rabu (7/10) pukul 08.00 WIB mencatat konsentrasi particulate matter (PM) 2,5 mencapai 85,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.

Sementara itu, pemantauan melalui platform IQAir pada pukul 10.00 WIB menunjukkan kualitas udara Batam berada pada AQI+ US 148. Konsentrasi PM2.5 tercatat 54,7 µg/m³ dan masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Forecaster Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam Rayi Anggraeni mengatakan asap yang menyelimuti Batam bukan berasal dari kebakaran yang terjadi di wilayah Kota Batam.

Berdasarkan pemantauan satelit BMKG, asap yang masuk ke Batam berasal dari sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan.

“Kami monitor dari satelit, asap berasal dari Sumatera dan Kalimantan,” kata Rayi yang dimuat Batampos.

Menurut Rayi, pergerakan asap sangat dipengaruhi arah dan kecepatan angin. Saat ini, sebaran asap tidak hanya terpantau di Batam, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Kepulauan Riau.

Rayi menjelaskan angin di wilayah Kepri dominan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya. Pola angin tersebut berpotensi membawa lebih banyak asap menuju Batam dalam beberapa jam hingga hari ke depan.

“Hal itu bisa menjadi potensi bertambahnya asap yang masuk ke Batam akibat kondisi angin tersebut,” ujarnya.

Meski kualitas udara memburuk, pemantauan hotspot pada Rabu pagi tidak menunjukkan adanya titik panas di Kota Batam. Data BMKG mencatat jumlah hotspot di Batam nihil.

Namun, sejumlah titik panas masih terpantau di wilayah Kepri. Terdapat satu hotspot di Kabupaten Bintan dan tiga hotspot di Kabupaten Karimun.

Kondisi tersebut menunjukkan penurunan kualitas udara di Batam lebih berkaitan dengan masuknya asap dari wilayah lain yang terdampak karhutla.

Citra sebaran asap BMKG pada Rabu (7/10) pukul 08.00 WIB menunjukkan asap menyelimuti wilayah Kepulauan Riau. Pergerakan asap terpantau menuju arah barat laut hingga timur laut.

Sementara itu, angin di wilayah Kepri bertiup dengan kecepatan sekitar 5-20 knot. Pola angin tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan asap dari wilayah sumber menuju Kepri.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar rumah, warga dianjurkan menggunakan masker.

Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan pernapasan. Asupan cairan juga perlu dijaga dengan cukup minum.

Selain berdampak terhadap kesehatan, asap dapat mengurangi jarak pandang. Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama ketika konsentrasi asap di jalan meningkat.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena pola angin masih berpotensi membawa tambahan asap ke wilayah Batam dalam waktu dekat.*