Nelayan di Sungai Undan Inhil Meninggal Diserang Buaya

8 November 2026
Ilustrasi/net

Ilustrasi/net

RIAU1.COM - Seorang nelayan di Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ditemukan meninggal dunia diduga diserang seekor buaya berukuran besar di kawasan perairan setempat, Sabtu (7/11/2026). 

Jasad korban inisial H (27) ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB di Parit Baru, Dusun Mayang Sari, Desa Sungai Undan. Saat ditemukan, tubuh korban masih berada di dalam mulut buaya yang diperkirakan memiliki panjang sekitar empat meter.

Peristiwa ini bermula pada Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, ketika masyarakat menerima informasi mengenai hilangnya H. Kabar tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pencarian yang melibatkan warga, pemerintah desa, dan aparat kepolisian.

Kapolsek Reteh, IPTU Rozi Dhasa Prima, mengatakan pencarian dilakukan bersama Kepala Desa Sungai Undan Anton Abdurrahman, staf desa Hambali Khumaidi, Bhabinkamtibmas Aipda Budiyanto, serta masyarakat setempat. 

Setelah pencarian berlangsung hingga keesokan harinya, keberadaan korban akhirnya diketahui. Namun, warga justru mendapati korban berada dalam kondisi mengenaskan di dalam mulut seekor buaya.

Warga yang berada di lokasi kemudian berupaya menghalau hewan predator tersebut agar melepaskan tubuh korban. Setelah upaya itu berhasil, jasad H langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah keluarganya.

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban mengalami luka berat akibat serangan tersebut. Tangan dan kaki bagian kanan dilaporkan putus, sementara sejumlah bagian tubuh lainnya mengalami luka serius.

Buaya yang diduga menyerang korban diperkirakan memiliki berat mencapai 400 kilogram dengan panjang sekitar empat meter.

Kapolsek Reteh menyampaikan bahwa kepolisian bersama pemerintah desa telah melakukan langkah penanganan, termasuk membantu proses pencarian dan evakuasi serta memberikan imbauan kepada masyarakat.

Warga, terutama nelayan dan masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di sungai maupun parit, diminta meningkatkan kewaspadaan. Kawasan perairan yang menjadi habitat buaya dinilai memiliki risiko tersendiri, sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati saat beraktivitas.

Polisi juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan tindakan melawan hukum terhadap satwa yang diduga menyerang korban. Penanganannya harus mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, petugas kesehatan Pustu Desa Sungai Undan, Nur Ihsan, telah melakukan pemeriksaan terhadap korban. Kepala Desa Sungai Undan, Anton Abdurrahman, turut membenarkan bahwa H meninggal dunia akibat serangan buaya di lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut kembali menjadi perhatian serius bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dan bantaran sungai di Indragiri Hilir. Kewaspadaan saat beraktivitas di perairan menjadi hal penting untuk menghindari kejadian serupa.*