Waspada Kanker Usus Besar, Banyak Serang Anak Muda

20 Agustus 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Kanker usus besar patut diwaspadai sejak usia muda. Pasalnya, penyakit ini dapat menyerang orang dewasa sebelum usia 50 tahun dan sejumlah gejalanya kerap dianggap sebagai gangguan kesehatan biasa.

Perubahan tren tersebut juga terlihat dalam sebuah studi yang dipublikasikan di British Journal of Surgery (BJS). Penelitian itu menemukan, orang yang lahir pada 1990 memiliki risiko terkena kanker usus besar dua kali lipat dibandingkan mereka yang lahir pada 1950.

Fenomena tersebut turut menjadi perhatian gastroenterolog asal Florida, Amerika Serikat, Dr. Joseph Salhab. Ia menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda kanker usus besar sedini mungkin agar penyakit dapat ditangani lebih cepat.

"Deteksi dini adalah kunci keberhasilan pengobatan," tegas Dr. Salhab.

CNBCIndonesia melansir Times of India, berikut sejumlah gejala awal kanker usus besar yang perlu diwaspadai.

1. Pendarahan di Anus
Pendarahan di anus sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi salah satu tanda awal kanker usus besar. Dr. Joseph Salhab bilang, darah yang muncul saat buang air besar baik berwarna merah terang maupun merah tua itu perlu diwaspadai.

Meskipun pendarahan bisa disebabkan oleh kondisi ringan seperti wasir, perdarahan yang terjadi secara terus-menerus atau berulang dapat menandakan adanya masalah serius, termasuk pertumbuhan polip atau tumor di usus.

Dr. Salhab menegaskan, kondisi ini harus segera diperiksakan ke tenaga medis untuk memastikan penyebab dan mencegah penyakit berkembang ke tahap lanjut.

2. Sakit Perut yang Tidak Dapat Dijelaskan
Sakit atau rasa tidak nyaman pada perut yang muncul tanpa penyebab jelas dan berlangsung terus-menerus perlu diwaspadai. Keluhan dapat berupa nyeri, kram, atau rasa tidak nyaman yang berulang.

Terlebih jika sakit perut muncul bersamaan dengan gejala lain, seperti perubahan kebiasaan buang air besar, pendarahan saat BAB, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Jika keluhan menetap, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya

3. Selalu Merasa Kelelahan
Merasa lelah sepanjang waktu bukanlah pertanda baik. Kelelahan bahkan setelah istirahat yang cukup, bisa jadi menandakan adanya masalah kesehatan yang mendasarinya. Orang-orang cenderung mengabaikan gejala ini, namun Dr. Salhab telah menegaskan bahwa itu bisa menjadi tanda yang krusial.

Dewasa muda, yang seringkali sibuk, mungkin mengaitkan hal ini dengan stres atau kurang tidur.

4. Perubahan Kebiasaan Buang Air Besar
Cara Anda buang air besar itu penting. Perubahan kebiasaan buang air besar, terutama yang berlangsung lebih dari beberapa minggu, perlu diwaspadai. Perubahan ini bisa berupa peningkatan sembelit, diare, atau bahkan seberapa sering Anda buang air besar. Jika perubahan ini berlanjut, Anda harus berkonsultasi dengan dokter.

Gejala Lainnya

Dr. Salhab juga menyebutkan beberapa tanda awal kanker usus besar lainnya. Gejala-gejala ini meliputi penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, kehilangan nafsu makan, keringat malam, atau demam ringan yang berulang.

Meskipun gejala-gejala ini mungkin disebabkan oleh masalah kesehatan lain, jika digabungkan, gejala-gejala tersebut dapat mengindikasikan kanker usus besar. Oleh karena itu, penting untuk memeriksakannya.

"Insiden kanker saluran pencernaan pada orang dewasa di bawah usia 50 tahun meningkat secara global. Upaya penelitian yang sedang berlangsung untuk menyelidiki biologi kanker saluran pencernaan dini sangat penting untuk mengembangkan strategi skrining, pencegahan, dan pengobatan yang lebih efektif," ujar penulis utama penelitian tersebut, Sara Char.

Faktor gaya hidup seperti pola makan yang buruk, perilaku sedentari, dan obesitas, serta predisposisi genetik, juga dapat berkontribusi terhadap risiko kanker usus besar.

Pergeseran demografi kanker usus besar ini telah memicu kekhawatiran di kalangan pakar kesehatan di seluruh dunia. Meskipun skrining rutin kanker usus besar biasanya dimulai pada usia 40-an, banyak dewasa muda yang belum terdiagnosis hingga penyakit ini berkembang ke stadium lanjut.

Para ahli kini menganjurkan peningkatan kewaspadaan dan diskusi dini dengan dokter, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga atau gejala yang menetap. Jika Anda melihat salah satu tanda di atas, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Penyebab Kanker Kolorektal di Usia Muda

Belum ada jawaban pasti mengapa kanker kolorektal semakin banyak menyerang anak muda. Namun, beberapa faktor diduga berperan, seperti jarang bergerak, obesitas, merokok, minum alkohol berlebihan, pola makan rendah serat, tinggi lemak, banyak daging olahan, serta pengaruh lingkungan.

Riwayat keluarga, polip usus, dan penyakit radang usus juga bisa meningkatkan risiko. Meski ada dugaan faktor genetik, para ahli menilai sebagian besar kasus pada usia muda terjadi secara sporadis, bukan karena sindrom genetik tertentu.

Salah satu kelainan genetik yang sering dikaitkan adalah Sindrom Lynch, yang memicu tumor di sisi kanan usus besar. Namun, menurut Dr. Reddy dari Yale University, sindrom ini bukan penyebab utama lonjakan kasus pada anak muda.*