Keterangan Dokter soal Sering Nonton Video Short Bisa Turunkan Kemampuan Otak
Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Kebiasaan scrolling video pendek di platform media sosial kini sudah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang. Namun, di balik hiburan cepat yang ditawarkan, ada efek samping tersembunyi yang mengintai kesehatan.
Efek itu utamanya berpengaruh ke kesehatan otak. Hal itu bisa terjadi jika kebiasaan ini dilakukan secara berlebihan.
1. Pengaruhi Kemampuan Otak
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, membagikan sorotan penting terkait dampak paparan video pendek terhadap fungsi kognitif manusia. Mengutip riset ilmiah bertajuk Learning via short videos impairs memory accuracy and reduces brain synchrony, ia menegaskan pentingnya membatasi durasi menonton video berdurasi singkat.
"Gua semakin yakin mengurangi nonton short video setelah baca jurnal ini. Rutin menonton short video ternyata bisa menurunkan kemampuan otak," ujar dr. Adam dalam unggahan di akun Instagram pribadinya yang dimuat Okezone.com.
Temuan tersebut didasarkan pada eksperimen ilmiah yang menguji respons otak saat memproses format video yang berbeda. Penelitian tersebut melibatkan ratusan mahasiswa di China yang diminta menonton tayangan berupa rangkaian video pendek serta video berdurasi panjang.
“Jadi ada penelitian yang melibatkan ratusan mahasiswa di Tiongkok di mana mereka diminta menonton video yang berupa rangkaian short video atau video panjang," jelas dr. Adam.
2. Efek Video Pendek
Setelah sesi menonton selesai, para partisipan diuji tingkat ingatan serta dianalisis aktivitas otaknya menggunakan pemindaian functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI). Hasil pemindaian menunjukkan adanya perubahan signifikan pada kerja otak kelompok yang mengonsumsi video pendek.
“Setelah itu, mereka diminta untuk melakukan tes memori dan dilakukan pengecekan otak dengan fMRI. Hasilnya ternyata orang yang menonton short video mengalami penurunan kemampuan tes memori, sinkronisasi di area otak yang berperan pada memori, kognitif, dan visuospasial berkurang," pungkas dia.*