Ilustrasi IHSG
RIAU1.COM - Rupiah yang ditutup melebihi level Rp 15.000 per Dollar Amerika Serikat (AS) atau nyaris 1% membuat semua sektor di bursa saham berada di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (2/10/2018) ditutup melemah 1,16% ke level 5.976.
Dilansir dari CNBCIndonesia.com (2/10/2018) nilai transaksi bursa saham hari ini tercatat sebesar Rp 7,8 triliun dengan volume sebanyak 11,8 miliar unit saham. Investor asing pada hari ke 2 pekan ini melepas portofolionya meski tidak terlalu besar Rp 90 miliar di pasar reguler.
Pasar masih memandang penguatan Dollar AS yang menembus level psikologi baru cukup beresiko bagi industri keuangan di tanah air sehingga melepas saham-saham berbasis keuangan, sehingga hari ini indeks keuangan melemah 1,29% dan memberikan 22 poin pelemahan bagi IHSG.
Pelaku pasar juga melepas saham-saham berbasis industri dasar, yang mengalami penurunan 2,98% dan memberika 16 poin pelemahan bagi IHSG.
Pasar masih menganggap deflasi pada bulan September 2018 kemarin telah terjadi penurunan daya beli. Padahal pagi tadi, IHSG dibuka dengan kenaikan 3 poin (+0,04%), pengutannya kemudian berkurang hingga ke level 5.920 (-0,40%) pada pukul 12:00 WIB, sekaligus level penutupannya siang tadi.
Memasuki sesi dua, pelemahan indeks kembali bertambah seiring dengan pelemahan Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS).
Secara teknikal, IHSG hari ini ditutup dengan pola senja yang muram (evening star) yang memberikan sinyal penurunan lanjutan.
Sumber: CNBCIndonesia.com