Luhut Binsar Panjaitan.
Riau1.com - Ini yang membuat Rupiah Terpuruk. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan mengutarakan kejatuhan rupiah saat berhadapan dengan dolar Amerika Serikat (USD) hingga tingkat menembus Rp15.000 oleh faktor eksternal.
Seperti dikutip Riau1.com dari sindonews.com, Jumat 7 September 2018, menurut Luhut, Salah satunya yang disebakan perang dagang antara dua ekonomi dunia yaitu Amerika Serikat dan Cina.
"Secara global, pemulihan pertumbuhan ekonomi dunia yang berjalan baik dalam satu tahun terakhir saat ini sedang terancam oleh perang perdagangan yang dipicu oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap mitra dagang mereka seperti Tiongkok, Uni Eropa, Meksiko dan Kanada, dengan cara menaikkan tarif impor barang barang dari negara-negara tersebut, "ujar Luhut di Jakarta, Kamis (6/9/2018).
Lanjutnya, Cina yang menjadi target utama perdagangan telah mendepresiasikan mata uang uang secara signifikan untuk mempertahankan harga barangnya tetap kompetitif di pasar Amerika Serikat. Dampak depresiasi terhadap Dolar Amerika, juga depresiasi mata uang negara lain.
"Hal ini pula yang menjadi salah satu faktor utama depresiasi Rupiah sejak Maret tahun ini. Saya ingin memberikan informasi lebih lengkap tentang apa yang sedang terjadi terhadap Rupiah dan langkah-langkah yang sedang dan akan diambil oleh pemerintah," jelasnya.
Untuk itu, Luhut percaya bahwa pemerintah akan kembali menguatkan rupiah. Mengingat Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengambil langkah untuk mengatasi pelemahan rupiah.
"Saya sangat mengerti kondisi itu, karena termasuk saya di dalam ekonomi ekonomi Indonesia yang diurutkan beranggotakan Menko Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Gubernur BI, dan Ketua OJK. Topik ini sendiri sudah kami temukan secara intensif sejak tiga minggu yang lalu," paparnya.
R1 / Hee