Seorang Dokter Positif Corona di Bengkalis Sempat Mengikuti Kegiatan Dharma Wanita Bersama Istri Plh Bupati
Ilustrasi
RIAU1.COM - Seorang dokter yang bertugas di RSUD Bengkalis, Sabtu 2 Mei 2020 pagi dipastikan positif terjangkit Covid-19.
Sebelumnya, tenaga medis di Bengkalis ini sempat melakukan kontak fisik dengan Istri Plh Bupati Bengkalis H Bustami HY.
Kabar ini dibenarkan oleh staf Humas Pemkab Bengkalis, Yeni. Ia mengatakan, oknum dokter itu mengikuti kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) dari perwakilan masing-masing unit kerja Sekdakab Bengkalis dengan membagikan sebanyak 300 takjil gratis untuk masyarakat Kabupaten Bengkalis, di jalan Panglima Minal Bengkalis, Jumat 1 Mei 2020 petang kemarin.
"Yang dimaksud (tenaga medis positif covid 19) memang kemarin ikut serta dalam kegiatan bagi bagi takjil gratis bersama ibu Plh Bupati Bengkalis," kata Yeni, Sabtu 2 Mei 2020.
Yeni menuturkan, setelah pernyataan dari dr Ersan Saputra yang memastikan tenaga medis tersebut positif terjangkit Covid -19, seluruh DWP dari perwakilan masing-masing unit kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis yang membagikan sebanyak 300 takjil gratis tersebut juga dilakukan pemeriksaan.
"Informasinya demikian, semua ibu-ibu Dharma wanita tersebut dilakukan pemeriksaan oleh medis. Namun, hasilnya kita tidak tahu," ucapnya.
Seperti yang diketahui, Kadiskes Bengkalis, dr Ersan Saputra telah membenarkan hasil swab salah seorang tenaga medis yang bertugas di RSUD Bengkalis terjangkit positif Covid-19.
“Benar, Sedangkan kita tracking dimana tertularnya. Saat bertugas di RSUD Bengkalis atau ditempat lain. Insyaallah siang ini kita akan adakan konferensi pers. Mohon bersabar," ujar Ersan melalui Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bengkalis Johansyah Syafri.
Tenaga medis yang diketahui sebagai Dokter tersebut merupakan bagian dari sejumlah tenaga medis yang merawat NZ (59) salah seorang Pasien Dalam Penanganan (PDP) asal Desa Sungai Alam Kecamatan Bengkalis, yang meninggal dunia beberapa waktu lalu yang swab-nya negatif.
Menurut Ersan, bersama tenaga medis lainnya yang merawat NZ, dokter tersebut juga sempat dilakukan dikarantina.
