Kabut Asap Tebal di Dharmasraya Paksa Sekolah Terapkan PJJ

6 Oktober 2026
Kabut apas di Dharmasraya/Hariansinggalang

Kabut apas di Dharmasraya/Hariansinggalang

RIAU1.COM - Kabut asap tebal membuat kualitas udara di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, berada pada kategori tidak sehat. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik.

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani memerintahkan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai pada Selasa (6/10/2026).

Keputusan itu diambil setelah pemantauan kualitas udara menunjukkan kondisi yang belum aman bagi kesehatan. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dharmasraya.

Pada Senin (5/10/2026) sekira pukul 10.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat 113, sedangkan Air Quality Index (AQI) mencapai 159. Keduanya berada dalam kategori tidak sehat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, mengatakan seluruh peserta didik dipulangkan pada Senin sebagai tindak lanjut perintah bupati. Mulai keesokan harinya, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dari rumah untuk sementara waktu.

“Atas perintah Ibu Bupati, hari ini semua peserta didik kita pulangkan dan besok (6/10/2026) kami akan melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sementara sambil memantau kondisi,” kata Bobby, Senin yang dimuat Hariansinggalang.

Bobby mengatakan, kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Nomor 400.3/2601/Disdik-2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh. Surat itu ditujukan kepada pengawas sekolah, penilik PAUD, serta kepala satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP di seluruh Dharmasraya.

Dinas Pendidikan juga telah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama untuk jenjang madrasah aliyah (MA) dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V untuk SMA/SMK agar kebijakan perlindungan peserta didik dapat diterapkan secara terpadu.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama untuk MA dan Kacabdin Wilayah V untuk SMA/SMK terkait penerapan kebijakan ini,” ujar Bobby.

Meski titik panas atau hotspot di wilayah Dharmasraya terpantau nihil, ancaman kabut asap belum mereda. Pemantauan menunjukkan masih terdapat titik panas di daerah tetangga yang berpotensi memengaruhi kualitas udara di Dharmasraya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah karena sumber asap yang memengaruhi kualitas udara tidak selalu berada di wilayah administrasinya sendiri.

Penerapan PJJ menjadi langkah sementara untuk mengurangi paparan polusi terhadap peserta didik. Namun, kebijakan itu akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara dan kondisi di lapangan.*