Gubernur Mahyeldi Akui Ada Masalah Distribusi BBM di Sumbar

23 Juli 2026
Antrean BBM di Sumbar/Langgam.id

Antrean BBM di Sumbar/Langgam.id

RIAU1.COM - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa persoalan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Bio Solar, bukan karena kurangnya pasokan. Tetapi, kata dia, lebih disebabkan distribusi yang masih menemukan sejumlah kendala.  

Oleh sebab itu, Pemprov Sumbar terus mendorong pembenahan distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Mahyeldi menyatakan, selain memastikan ketersediaan stok, pengawasan di lapangan dinilai perlu diperkuat untuk mencegah berbagai bentuk penyalahgunaan yang berpotensi mengganggu distribusi BBM bersubsidi.

"Kami sudah rapat dengan BPH Migas dan Pertamina. Ternyata stok BBM ada, tetapi distribusinya memang masih terkendala," ujar Mahyeldi ketika membuka Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) di Auditorium Gubernuran, Selasa (21/07/2026) yang dimuat Padangkita.com.

Mahyeldi mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Pertamina, stok BBM di Sumbar sebenarnya tersedia. Namun, distribusi di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

Menurut Mahyeldi, hasil pemantauan di lapangan masih menemukan sejumlah praktik yang diduga menjadi penyebab distribusi BBM bersubsidi belum berjalan optimal. Di antaranya penggunaan satu barcode untuk beberapa kendaraan, serta kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi untuk memperoleh BBM melebihi ketentuan.

Menyikapi kondisi tersebut, Mahyeldi mengusulkan agar pengawasan di SPBU diperkuat melalui kolaborasi antara Pertamina, BPH Migas, TNI, dan Polri. Menurutnya, pengawasan yang lebih optimal diperlukan agar distribusi BBM bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

"Kami menyarankan Pertamina dan BPH Migas bekerja sama dengan Polri dan TNI untuk mengawasi SPBU," kata Mahyeldi.

Baca juga: Polda Sumbar Sidak SPBU di Padang dan Padang Pariaman, 1 Truk Modifikasi Diamankan

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, Pertamina, BPH Migas, aparat penegak hukum, serta pemerintah daerah dapat terus diperkuat, sehingga distribusi BBM di Sumbar berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh daerah.*