Giat KKN Kelompok 25 UMRI di Kabupaten Siak
RIAU1.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 25 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar sosialisasi anti-bullying di SD Negeri 012 Kerinci Kanan, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Hebat Tanpa Mengejek, Keren Tanpa Membully” tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kepada siswa tentang bahaya bullying sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak.
Sosialisasi dikemas secara interaktif. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, Putri Lola Novia Tarigan, dilanjutkan pembacaan doa oleh Alifah Manda Putra serta pengenalan anggota KKN Kelompok 25 UMRI kepada para siswa.
Untuk membangun suasana yang lebih menyenangkan, mahasiswa kemudian mengajak siswa mengikuti ice breaking dan tepuk tangan anti-bullying yang dipandu Azzahra Hafiza. Para siswa juga diajak menonton video animasi bertema anti-bullying sebelum memasuki sesi penyampaian materi.
Materi utama disampaikan Adriansyah Surya Anugra. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan sejumlah bentuk bullying yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, mulai dari bullying fisik, verbal hingga sosial.
“Bullying itu memiliki beberapa jenis, seperti bullying fisik, bullying verbal, dan bullying sosial. Selain itu, bullying tentunya memiliki dampak negatif, seperti tubuh menjadi sakit, timbul rasa sedih, marah, malu, menjadi malas belajar, dan membuat kita menghindari teman,” ujar Adriansyah kepada para siswa.
Ia juga mengajak siswa untuk tidak diam ketika melihat tindakan bullying. Menurutnya, siswa dapat meminta bantuan guru atau orang dewasa serta memberikan dukungan kepada teman yang menjadi korban.
“Laporkan kepada guru atau orang dewasa jika adik-adik merasa dibully, tegur yang suka membully, lapor dan tolong teman yang sedang dibully, jangan mengucilkan teman yang sedang dibully, dan jadilah teman yang baik,” katanya.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Penggunaan video animasi, ice breaking, serta gerakan dan nyanyian anti-bullying membuat materi yang tergolong serius tersebut lebih mudah dipahami oleh siswa.
Kegiatan kemudian ditutup dengan menyanyikan gerakan anti-bullying secara bersama-sama yang dipandu Muhammad Rimba Alphard Siswaya.
Melalui kegiatan tersebut, KKN Kelompok 25 UMRI berharap edukasi tentang bullying tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Mahasiswa KKN juga menekankan bahwa menciptakan sekolah yang bebas dari perundungan membutuhkan peran bersama, baik dari siswa, guru, maupun lingkungan sekitar.
“Bullying mungkin tidak dapat dihilangkan dalam satu langkah, tetapi dapat dicegah secara bertahap. Perubahan itu dapat dimulai dari diri sendiri: tidak mengejek, tidak mengucilkan, berani menolong, dan menjadi teman yang baik.” tuturnya.*