Kabar Terbaru Karhutla di Riau dan Langkah Penanganan

11 Agustus 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera memperkuat jumlah personel untuk melanjutkan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, Senin (10/8/2026). 

Langkah penambahan regu ini dilakukan guna mengendalikan penyebaran titik api yang tersebar di lima kabupaten utama, yakni Bengkalis, Rokan Hilir, Siak, Pelalawan, dan Indragiri Hulu.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, membenarkan bahwa operasi pemadaman darat dan udara terus digencarkan secara intensif di tujuh lokasi rawan. 

"Hari ini Manggala Agni masih melaksanakan pemadaman lanjutan di tujuh lokasi yang tersebar di beberapa kabupaten di Riau," ujar Ferdian pada Senin (10/8/2026) malam.

Di wilayah Daops Dumai dan Siak, operasi pemadaman meliputi Kelurahan Pematang Pudu serta Desa Buluh Apo di Bengkalis, Kepulauan Palika di Rokan Hilir, dan Desa Bunsur di Siak. Khusus penanganan di Kepulauan Palika, petugas di lapangan mendapat tambahan perkuatan satu regu personel bantuan dari Daops Labuhan Batu, Sumatera Utara.

Sementara itu, untuk penanganan karhutla di Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, operasi pemadaman telah memasuki hari ke-12 dengan perkiraan luas area terbakar mencapai 64 hektare. Dari total luas lahan gambut yang terbakar di lokasi tersebut, tim gabungan baru berhasil memadamkan sekitar 11,05 hektare.

Ferdian menjelaskan bahwa kondisi kebakaran di Kerumutan belum sepenuhnya terkendali karena api masih menyala pada bagian bawah, permukaan, hingga tajuk vegetasi.

"Statusnya masih belum padam, masih ada api aktif di bawah, permukaan, dan tajuk, serta terdapat pulau-pulau api yang harus ditangani," katanya.

Di lokasi Kerumutan, tim Manggala Agni Daops Rengat bersama unsur TNI, Polri, serta RPK PT Gandaerah Hendana mulai memfokuskan strategi pada tahap penyisiran (mopping-up). Petugas dibagi menjadi dua kelompok untuk menyisir sisa bara api di lahan gambut mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.30 WIB dengan memanfaatkan sumber air yang ada.

Di sisi lain, kebakaran hebat juga melanda Desa Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, yang telah memasuki hari ke-8 dengan perkiraan luas terbakar sementara mencapai 50 hektare. Pada lokasi ini, api membentang sepanjang 2,25 kilometer dari barat ke timur serta 3 kilometer dari utara ke selatan.

Untuk membendung penjalaran api di Indragiri Hulu, tim melakukan pemadaman langsung menggunakan mesin pemadam serta membangun sekat bakar sepanjang 700 meter dan tujuh embung air. Meski demikian, kendala utama yang dihadapi petugas adalah keberadaan kepala api di sisi timur yang belum bisa dijangkau akibat ketiadaan akses jalan.

Guna menembus hambatan geografis tersebut, tim gabungan mulai mengerahkan alat berat untuk membuka jalur masuk serta melanjutkan pembuatan sekat bakar sepanjang 1,3 kilometer. Penanganan di Indragiri Hulu melibatkan kolaborasi Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD-PKP Indragiri Hulu, BBKSDA Riau, serta RPK PT Teso Indah, PT MKS, dan PT TPP.

Selain mengandalkan pemadaman darat, operasi di wilayah Pelalawan dan Indragiri Hulu juga diperkuat oleh dukungan dua unit helikopter pemadam (water bombing). Ferdian memastikan seluruh personel akan kembali melanjutkan operasi pemadaman pada Selasa (11/8/2026) hingga seluruh titik api dinyatakan benar-benar padam.*