Ilustrasi (Foto: Istimewa/internet)
RIAU1.COM - Era pemerintahaan Sukarno tahun 1960, Indonesia pernah ditimpa krisis ekonomi.
Penyebabnya, Sukarno sering kali mencampuradukkan tujuan ekonomi dengan politik kebudayaan dinukil dari historia.id, Senin, 13 April 2020.
Sukarno saat itu menekankan perencanaan terpusat, kendali ketat terhadap perdagangan luar negeri, dan pembatasan modal asing.
Sayangnya, rencana ini tak diimbangi dengan kemampuan pemerintah. Sementara Bank Indonesia mencetak uang sebanyak-banyaknya untuk digunakan sebagai biaya infrastruktur.
Akibatnya peredaran uang di masyarakat meningkat pesat dan nilainya semakin hari terus merosot. Sebaliknya, harga barang naik tajam.
Belum lagi beban utang luar negeri dan kebutuhan belanja impor pemerintah.
Semakin menambah parah kondisi perekonomian Indonesia saat itu. Penulis buku Jakarta 1960an dan Saksi masa-masa krisis ekonomi awal dekade 1960an di Jakarta, Firman Lubis menceritakan masa-masa krisis itu.
“Harga-harga kebutuhan hidup terus merayap naik. Inflasi meningkat tajam, bahkan hingga beberapa ratus persen. Berbagai bahan kebutuhan pokok masyarakat semakin sulit didapat,” kenang Firman.
Nilai uang terus merosot, sedangkan harga barang meroket. Dia menjelaskan harga bakmi yang semula Rp5 per mangkuk, berubah menjadi Rp1.500 per mangkuk.